Bisa dibilang kemaren (tepatnya tgl 10 Nov. 2008) adalah pengalaman pertama ku dalam wawancara kerja (job interview) di salah satu perusahaan yang ada dikota ku. Perusahaan yang tak begitu bonafit, karena pada awal kedatangan ku kesana, orang-orang disana (para pegawainya) sudah menunjukkan sikap yang menurut ku kurang baik. Apalagi kalau bukan sikap bohong yang paling dan sangat teramat aku benci didunia. *ga bonafit, koq malah ngelamar kesana?? aneh!!* namanya juga cari pengalaman!!
Disini, aku tidak akan menguraikan perjalanan ku bisa memasukkan lamaran ke perusahaan ini. Mungkin karena ingin mendapatkan pengalaman masuk kerja (khususnya, dalam job interview) aku mengirimkan lamaran ku ke perusahaan ini.
Banyak kebohongan dan kejanggalan yang aku temui saat pertama kali aku dipanggil untuk tes di perusahaan ini. Kebohongannya adalah, saat aku masuk ke salah satu ruangan diperusahaan tsb utk mengikuti suatu tes, aku bertanya pada salah satu karyawan yang duduk dibangku resepsionis. “Kak, didalam kok rebut? Ada apa?” tanya ku. Si kakak resepsionis itu malah menjawab, “Oo, itu ada yang ultah diatas...”
Akupun heran. Setelah pulang dari sana, aku baru mengetahui kalau sebenarnya, yang ribut2 diatas tadi itu bukan karena ada yang ultah, melainkan itu adalah suatu bagian dari support atw istilah lainnya, penyemangat utk memulai suatu pekerjaan yang bagi ku, intinya sama dengan seorang sales.
Selain itu, aku juga menemukan beberapa kejanggalan. Salah satunya, pada saat aku mengikuti tes pertama. Pas seorang karyawan menanyakan pada ku, kenapa kertas tes yang diberikan belum aku isi. Pas aku jawab, untuk menunggu teman2 yang lainnya, orang itu malah bilang, kursi2 itu memang disusun banyak2 spt itu. Mungkin kesannya, bahwa yang mendaftar disini lumayan banyak. Tapi pada kenyataannya, hampir sehari aku disana, hanya aku sendiri calon karyawan yang mengikuti tes tsb.
Aku pun bertambah heran, saat orang itu memperkenalkan aku dengan managernya dan menyuruhku untuk mengikuti tes berikutnya, yaitu tes observasi. Awalnya ku kira, ts observasi ini adalah peninjauan barang-barang yang mereka produksi digudang atau di toko-toko yang menjual produk yang mereka produksi. Tapi yang terjadi malah mengajak aku keliling2 suatu kawasan/perumahan yang terletak di Ulak Karang, dekat SMKN 5 Padang. Tujuannya untuk memperkenalkan bahkan sekaligus menjual barang-barang mereka dari rumah ke rumah (door to door).
Sebelumnya, oleh seorang traineer kembali memberikan penjelasan kepada ku mengenai pekerjaan yang akan aku kerjakan nanti, dan menjelaskan profil tentang perusahaan mereka serta tingkatan2 yang terdapat dalam perusahaan mereka. Tapi, entah aku-nya yang super bego’, dungu alias bodoh, aku hanya mengangguk-angguk sok mengerti. *padahal, kagak ngerti sdikit pun euy!! hehehe...*
Setelah satu barang mereka laku satu buah, aku disuruh oleh traineer utk kembali ke kantor dan menemui manager yang tadi. Dalam perjalan menuju kantor, aku malah semakin bingung dan heran. *maklum, emg udah lemot dari sono nye sich!!*
Setiba dikantor, aku sampaikan keheranan ku ke manager perusahaan tsb. Aku menanyakan, kenapa kerja ku spt ini? Padahal, posisi yang aku pilih pada saat aku melamar ke perusahaan ini adalah administrasi, tapi kenyatannya koq gini?
Kemudian, aku diberi penjelasan lagi tentang Management Trainee dan segala tetek bengek tentang perusahaan yang sebenarnya tadi sudah dijelaskan oleh traineer tadi. Tapi, dasarnya aku otaknya telmi alias lemot alias ciput *jalanya lambretaaaaa... bangeetssss!!!* Tetap saja aku tidak mengerti.
Entah pola pikir yang berbeda, entah apalah namanya. Jelas, AKU BENAR-BENAR TIDAK TAHU *bukan karena doyan makan tahu loh!*
Keheranan ku timbul lagi, saat setelah aku keluar dari tempat itu. Inti menurutnya, untuk menjadi sebuah manager atau seorang yang bekerja dibagian administrasi, awalnya harus mengikuti training spt yang aku lihat pada saat observasi siang tadi. Tujuannya, untuk melatih kemampuan dalam komunikasi, mental dan sikap untuk menjadi seorang staff administrasi, atau bahkan manager. Dan pada perusahaan tsb, tingkat pendidikan tidak mempengaruhi untuk menjadi seorang staff di perusahaan tersebut.
Tentu saja hal ini bagi ku sangat aneh! Bahkan, pada saat interview, sang manager mengatakan, apakah observasi yang ku lihat tadi sama dengan pekerjaan yang dilakukan oleh seorang sales? Dan orang awam seperti aku, tetap saja menjawab, bahwa pekerjaan tersebut sama saja denga sales.
Mungkin baginya tidak, tapi iya bagi ku. *maksudnya?* Contohnya seperti ini, orang-orang diluar sana, hanya mengetahui bahwa aku adalah seorang lulusan Sarjana Hukum (S1). Tapi, orang2 tsb tidak mengetahui bahwa bidang kekhususan ku di Fak. Hukum itu adalah Hukum Perdata Ekonomi. Mereka hanya menganggap, karena aku adalah lulusan Sarjana Hukum, jadi aku bisa mengetahui segala bentuk dan jenis hukum yang telah aku pelajari selama aku duduk dibangku perkuliahan yang mempelajari tentang Hukum dan segala tetek bengeknya. Mereka berpikiran seperti itu, karena mereka adalah orang awam dan tidak mengetahui tentang pendidikan hukum yang telah aku pelajari selama aku kuliah disana. Begitu pula halnya, dengan interview kemaren. Si manager tetap mengatakan bahwa pekerjaannya bukanlah seperti sales. Tapi orang awam lainnya (termasuk aku) pasti akan menganggap bahwa pekerjaan ini sama halnya dengan seorang sales. Tak ada bedanya.
Kejanggalan dan keheranan ku yang lainnya adalah, pekerjaan tersebut dilakukan sebagai langkah awal untuk mendapatkan posisi yang lebih baik di perusahaan. Sekalian utk melatih komunikasi, mental dan sikap kita untuk bisa menjadi seorang manager. *tetap saja, tingkat pendidikan tidak menjadi pengaruh!!*
Setiba dirumah, pada saat aku sedang mandi. Inspirasi ku keluar. Menurut ku, aneh sekali jika ke tiga kemampuan tsb dijadikan sebagai ukuran untuk mengangkat seorang manager perusahaan. Lalu, bagaimana dengan pendidikan? Tidak mungkin seorang guru yang mengajar suatu mata pelajaran di SMA juga seorang tamatan SMA! Setidaknya, dia pasti serorang tamatam D3 atau D2 disalah satu sekolah tinggi.
Dan mengenai ketiga kemampuan tsb, komunikasi, mental dan sikap, bagi ku tidak hanya bisa didapat dengan melakukan interaksi dengan masyaakat! Karena, untuk melatih kemampuan berkomunikasi, mental dan sikap, juga dapat dimiliki oleh seseorang dengan melakukan interaksi dengan sesame karyawan dalam suatu perusahaan dan lingkungan disekitarnya. Dan untuk mendapatkan posisi sebagai staff dalam satau pekerjaan, bagi ku harus dilihat terlebih dahulu tingkat pendidikannya. Kalau seandainya yang menjadi patokan untuk bisa menjadi staff atau manager disuatu perusahaan adalah dilihat dari kemampuan komunikasi, mental dan sikapnya harus baik dan mendapat poin plus... *nah, kalau semua karyawannya mendapatkan poin itu??* Tak disangkal lagi, maka semua karyawannya menjadi manager!! *lalu, yang menjadi karyawan dan bagian lainnya dibawah manager, mana?*
Hehehehe... itulah yang membuat ku heran, aneh dan terbengong-bengong!! *aneh jg bahasanya!!*
Entah karena aku bodoh atau dungu, entah apa, aku juga tidak tahu!
Tapi, dari sana aku bisa mengambil kesimpulan bahwa pola pikir seorang tamatan SMA dengan seorang yang tamatan S1, JELAS BERBEDA!
Maaf, bukannya aku menyombong loh!! But, it’s the real moment yg aku hadapi. Sungguh suatu pengalaman yang cukup menarik bagi ku.
*hasilnya???*
Hasilnya, hingga aku menunggu telepon dari traineer aku yang kemaren sampai jam 8 malam, bahkan hingga detik ini, telepon itu tak kunjung datang menghampiri ponsel ku yang sudah lumayan rapuh. *sm kyk org-nya yg lagi patah hati!! hihihi...* bukan patah hati! Tapi sakit ati!! Beda loh, patah hati sama sakit ati! *o0o0o0o0o...*
En d last, indera ke-6 ku benar lagi! Aku tak diterima!! Huahahaha... *koq hepi?*
Mungkin pada saat interview, aku sedikit berdebat dengan managernya tentang posisi yang aku lamar.
Ya iyalah I’m hepi!! Klu sempat aku diterima, uh! Kulit ku bakalan tambah item duonkz!! Masa, utk jadi staff administrasi aja mesti ke lapangan dulu, dan masa uji cobanya mesti jual barang-barang kayak sales dl!! Trs, dimana letak berharganya ijazah yang sdh dengan susah payah dan tangis air mata ku peroleh?? Aku kira, bisa langsung jadi staff adm atau pekerjaan lainnya yang tidak membuat ku terjun langsung kelapangan, dan memperoleh bakat komunikasi, mentak dan sikap itu, bisa ku peroleh dalam bekerja nantinya dan interaksi dengan karyawan-karyawan lainnya!!Tapi kenyataannya malah berbeda dengan yang aku harapkan.
Tapi, gpplah!! Ini adalah pengalaman pertama ku dalam job interview. Jadi, kalau suatu hari nanti ada perusahaan yang mungkin lebih bonafit dan memberikan posisi yang lumayan bagus untuk ku, aku bisa mengambil pelajarannya dari sini.
Yups! I like my day. Aku bisa mendapatkan banyak pengalaman diluar sana. Dan tetap menjadi korban kebohongan dari orang-orang. Semoga Allah SWt mengampuninya dan memberikan balasan yang setimpal pada orang-orang yang telah berbohong pada ku dan menjadikan aku sebagai korban dari mereka-mereka yang suka berbohong. Amin Ya Rabbil’alamin.
Tapi yang menyedihkannya, aku tidak bisa mengeluarkan semua pendapat ku pada saat interview kemaren. Inspirasi dan pendapat itu baru ku dapat saat aku mandi pagi tadi. Hehehe... *wow! kamar mandi jadi tempat inspirasi yach?* hu’uh! ^_^
Tapi kalau dikeluarkan semuanya, bisa-bisa si manager yang kemaren makin kesel sm aku!! Hihihi...
Lagi denger lagunya Mika Nakashima yg judulnya Yuki No Hana nich. Jadi inget lagi sm ssorg dsna *yg udah nyakitin hati dan perasaan ku* inget saat bbrp hari mau ketemu sm dia!! Hehehe... Kpn bisa ketemu lagi yach? Apa bisa? *semoga...!! berdoalah kepada Allah SWT semoga dia mengabulkan semua keinginan dan doa mu!!* hehehe... i'm shy!! :pipi merah mode on:
Wslm.