‘ditakdirkan untuk sendiri’

Ditakdrikan untuk sendiri. Seperti itulah takdir hidup Kak Laisa yang diceritakan oleh si pengarang dalam novelnya yang berjudul Bidadari Bidadari Surga. Novel yang termasuk salah satu bacaan favorit ku itu, akhirnya baru selesai aku baca pagi kemaren, setelah satu minggu berturut-turut aku baca. *wuih!! lama juga yach, ngebaca nya!!* hu'uh! Klu novel emg lama, klu komik cukup satu jam. ^_^Kalau diterawang, fisik Kak Laisa sepertinya hampir sama dengan ku. Jelek, hitam, dan pesek. Kelebihan ku, ditambah dengan bekas jerawat yang hampir menyelimuti sebagian besar wajah ku dan komedo yang mulai berhamburan dihidung bunder ku. Hehehe.... Tapi disamping itu, aku tidak bisa menyaingi Kak Laisa yang memiliki sifat rasa syukur yang sangat bagus kepada Sang Pencipta. Tidak pernah mengeluh dengan keadaannya. Tidak perlu menyuruhnya 2 kali untuk melakukan sesuatu yang disuruh olek Mamak. Taat ibadah dan sering melakukan sholat malam. Disiplin yang tinggi dan suka bekerja keras. Yang tak kalah penting adalah selalu menepati janjinya kepada adik-adik mereka. Kesimpulannya, bagi ku Kak Laisa adalah kakak yang sempurna, walaupun tak sesempurna fisiknya.

Walau begitu, aku sangat berharap dan berdoa kepada ALLAH SWT semoga takdir hidup ku tidak seperti Kak Laisa. Meski selama 21 hidup ku aku tidak pernah pacaran, tak apa bagi ku. Tapi aku ingin sekali menjadi seorang istri yang baik dan sholehah. Merasakan bagaimana rasanya hamil, melahirkan, menyusui, mengasuh anak dan suami, mengajarkan dan mendidik anak kepada yang baik, menjadi Ibu bagi anak-anak ku, dan merasakan apa yang dirasakan oleh Mama ku saat ini. Aku sangat berharap suatu saat nanti ALLAH memberikan jodoh yang terbaik untuk ku. *semoga!* Amin.

Mengharukan. Pada bab terakhir novel Bidadari Bidadari Surga, aku sempat menitikkan air mata. Aku terharu pada kalimat: “Kak Laisa tersenyum untuk selamanya. Kembali.”

Ya Allah, bagi ku sosok Kak Laisa adalah wanita yang benar-benar tegar dalam menjalani kehidupannya. Dia pernah diejek oleh adiknya yang nakal, ditolak secara kasar saat dia di jodohkan oleh Wak Burhan dan adiknya Dalimunte, pernah merasakan sakit hati, diejek oleh petugas sekolah Yashinta karena antara Kak Laisa dan Yashinta tidak mirip. Namun itu semua ditanggapi dengan lapang dada, ikhlas dan sabar.

Satu hal yang paling membuat ku takjub melihat tokoh Kak Laisa adalah, dia tidak pernah mengeluh terhadap sesuatu. Baik sesuatu itu adalah sesuatu yang menjelekkannya. Dibandingkan dengan ku, meski memiliki kesamaan fisik yg hampir sama dengan Kak Laisa, jujur, terkadang aku juga suka mengeluh. Baik itu kepada Allah maupun kepada orang tua ku.

Dari novel itu, aku banyak mendapat pelajaran. Mulai dari kerja keras Kak Laisa yang selalu diajarkan kepada adik-adiknya, hingga melakukan berbagai macam kesibukan-kesibukan untuk menghilangkan rasa sakit hati, kesepian dan kesedihan yang dilanda Kak Laisa. Subhanallah, sungguh suatu pelajaran yang sangat berarti bagi ku. Apalagi dengan kondisi ku saat ini.

Selain itu, aku juga menandai beberapa kalimat yang menggugah hati ku dalam novel Bidadari Bidadari Surga dan membuat aku berpikir betapa pentingnya rasa syukur, tidak pernah mengeluh dan kesabaran itu. Diantaranya pada:

Halaman 233 & 234 (pada saat awal Kak Laisa mulai dijodohkan oleh adik pertamanya):
“Tapi maksud ku, setidaknya cantik adalah menarik hati” Dalimunte sudah terlanjur membanting pintu mobil. Dia tidak membenci kenalannya tersebut secara personal. Tapi Dalimunte lebih membenci kenyataan bahwa: terkadang betapa munafiknya manusia dalam urusan ini. Lihatlah, kenapa pula temannya tersebut mesti berpura-pura ada jadwal acara mendadak, ceramah dimanalah hari ini. Dalimunte membenci ukuran-ukuran relatif yang ada di kepala orang ketika mencari jodoh. Sungguh jika ada yang ingin menilai secara objektif, Kak Laisa masuk tiga dari empat kriteria utama yang disebutkan Nabi dalam memilih jodoh.
Jelas Kak Laisa salehah. Saleh dalam hubungan dengan Allah, juga saleh dalam hubungan dengan manusia. Kak Laisa selalu pandai mensyukuri nikmat Allah dalam bentuk yang lengkap. Ritus ibadah yang baik dan ikhlas, juga kesalehan sosial memperbaiki kehidupan lembah.
Dari sisi materi? Jelas Kak Laisa lebih baik dari gadis lain. Perkebunan strawberry Kak Laisa membentang nyaris dua ribu hektar. Meski Kak Laisa selalu bilang itu perkebunan Mamak, semua orang tahu, semuanya berkat kerja keras Kak Laisa.
Dan dari sisi keturunan, Kak Laisa memang bukan turunan raja atau bangsawan ternama, tapi keluarga mereka terhormat, pekerja keras, tidak pernah meminta-minta, berdusta, atau melakukan hal buruk lainnya. Sejak dulu Babak mengajarkan tentang harga diri keluarga, mengajarkan tentang menjaga nama baik keluarga lebih penting dibandingkan soal kalian keturunan siapa. Menjadi keluarga yang jujur mesti keadaan sulit. Berbuat baik dengan tetangga sekitar, dan sebagainya.
Jadi kenapa harus mempersoalkan kecantikan? Bukankah itu hanya ada diurutan ke empat?
“Keluarga yang baik hanya dapat terjadi ketika suami merasa senang menatap istrinya, Dali. Merasa tenteram –“ Kak Laisa berkata pelan, menatap gumpalan awan tipis yang menutupi bintang-gemintang dan purnama.
Dalimunte hanya diam. Seperti biasa, mereka menghabiskan sepertiga malam terakhir dengan berdiri dilereng perkebunan strawberry. Kak Laisa tidak banyak berkomentar atas kejadian semalam dan tadi pagi. Seperti biasa, menganggapnya kejadian lazim berikut. Bukankah selama ini perjodohan yang dilakukan Wak Burhan bernasib sama. Yang dijodohkan mundur teratur setelah melihatnya (satu-dua malah kasar segera pergi dari rumah. Dalimunte saja yang terlalu naif berharap banyak atas kenalannya tersebut, tidak proporsional, tertipu tampilan mulut. Kesalehan mulut.
“Kau tahu, jika suami merasa tersiksa melihat wajah dan fisik istrinya, dan juga sebaliknya, mereka tidak akan pernah menjadi keluarga yang baik. Bukankah kau juga tahu kisah tentang sahabat Nabi, yang meminta bercerai karena fisik dan wajah pasangannya tidak menenteramkan hatinya –“ Kak Laisa tetap berkata ringan.

Halaman 242:
Saat itu tidak ada yang tahu, kalau bertahun-tahun terakhir Yashinta amat membenci kelakuan teman lelakinya yang sibuk mencari perhatian. Apakah mereka akan tetap sibuk mencari perhatian jika wajah dan fisiknya seperti Kak Laisa? Omong-kosong. Mereka tidak benar-benar menyukai dirinya. Menyukai apa-adanya. Mereka hanya menyukai tampilan fisik dan wajah. Seperti seekor rubah yang tertarik pasangannya karena bau tubuhnya. Maka hewan-lah sejatinya perangai mereka.

Halaman 288 (doa yang paling disukai Kak Laisa):
....Dengan muka masih pucat. Dengan tubuh masih lemah. Menggunakan sisa-sisa tenaganya. Berseru lirih disenyapnya mobil membelah jalanan menuju perkebunan, “Ya Allah, aku mohon, meski hamba begitu jauh dari wanita-wanita mulia pilihanmu, hamba mohon kokohkanlah kaki Laisa seperti kaki Bunda Hajra (Siti Hajar) saat berlarian dari Safa-Marwa.... Kuatkanlah kaki Laisa seperi kaki Bunda Hajra demi anaknya Ismail.... Mereka tidak boleh melihat aku sakit....” Satu titik air-mata mengalir di pipinya. Itu juga doa Laisa ketika menerobos hujan badai saat Yashinta sakit, ke kampung atas, ketika kakinya bengkak menghantam tunggul kayu. Ketika sendi mata kakinya bergeser. Itu juga doanya saat di Gunung Kendeng. Itulah doa yang paling disukai Laisa. Doa-doa itu mengukir langit.

Halaman 290 & 291:
Yang menceritakan bahwa Kak Laisa kembali dijodohkan oleh adiknya. Tapi hasilnya sama saja. Perjodohan yang gagal lagi.
Dengan berita kanker paru-paru stadium satu yang ia tutup rapat-rapat, kecuali dengan Mamak, maka benar-benar tidak ada yang tahu apa yang selalu Laisa pikirkan saat menatap langit penghujung malam. Menatap bulan dan gemintang di Lembah Lahambay. Apakah memang sesederhana yang selalu ia sampaikan kepada Dalimunte: Ia sudah terbiasa dengan kesendiriannya.
Kemudian pada saat seorang warga baru dilembahnya mulai tertarik pada Laisa, namun pada akhirnya ternyata warga baru tersebut adalah buronan polisi. Ia hanya menginginkan harta Laisa. Ia seperti sudah mengubur dalam-dalam keinginan untuk menikah. Melupakannya. Kak Laisa seolah sudah bersiap menerima kalau ia memang ditakdirkan hidup sendirian selamanya. Mungkin saja Kak Laisa sudah benar-benar terbiasa.

Halaman 296:
Lembut jemari Yashinta mengusap wajah Kak Laisa. Rambut gimbalnya. Wajah dengan kulit hitam. Hidung pesek. Mulut Kak Laisa yang sedikit terbuka, memperlihatkan gigi-gigi besar, tidak proporsional. Yashinta menelan ludah. Membandingkan wajah itu dengan wajahnya melalui cermin peraut pensil. Kak Laisa sungguh beda.... Tapi bagaimana mungkin Kak Laisa bukan kakaknya?
Apapun jawabannya, Kak Laisa tetap menjadi kakaknya.

Halaman 337 & 338:
Pagi itu, saat kabut masih mengambang diatas hamparan merah ranum buah strawberry, Mamak bercerita tentang: bidadari-bidadari surga. Melanjutkan cerita Laisa ke anak-anak sebulan yang lalu. Andaikata disini ada Yashinta, ia akan senang sekali, itu cerita favoritnya waktu kecil.
“Dan sungguh di surga ada bidadari-bidadari bermata jeli (Al Waqiah: 22). Pelupuk mata bidadari-bidadari itu selalu berkedip-kedip bagaikan sayap burung indah. Mereka baik lagi jelita. (Ar Rahman: 70)."
Andaikata ada seorang wanita penghuni surga mengintip ke bumi, niscaya dia menerangi ruang antara bumi dan langit. Dan niscaya aromanya memenuhi ruangan antara keduanya. Dan sesungguhnya kerudung diatas kepalanya lebih baik daripada dunia seisinya (Hadits Al Bukhari).
Suara Mamak berkata lembut terngiang ditelinganya: bidadari-bidadari surga, seolah-olah adalah telur yang tersimpan dengan baik (Ash-Shaffat: 49)....
Kak Laisa jatuh tertidur, dengan sungging senyum dan satu kalimat doa: Ya Allah, jadikan Lais salah satu bidadari-bidadari surga.... (setelah membaca bagian yg ini, aku juga ingin menjadi bidadari-bidadari surga. tapi itu pasti susah sekali, karena sifat ku tidak seperti Kak Laisa. T_T)

Halaman 344:
....Urusan mereka (Yashinta dan Goughsky) sama seperti Dalimunte dan Chie Hui, atau Ikanuri-Wibisana dengan Wulan-Jasmine. Mereka tidak saling mengungkapkan perasaan secara langsung. Tapi bukankah perasaan itu tidak selalu harus dikatakan? Cara menatap, cara bertutur sungguh cermin dari isi hati. Lagipula sama seperti kakak-kakaknya, Yashinta tidak mengenal proses pacaran. Mereka tahu batas-batasnya. (same with me! ^_^)

Halaman 348:
“Tidak ada yang tahu kapan Kakak akan menikah, Yash. Tidak ada yang tahu.... Bahkan mungkin Kakak ditakdirkan tidak akan pernah menikah.... Kau harusnya tahu persis itu.” Suara Kak Laisa serak. Menatap wajah adiknya lamat-lamat. Adiknya yang sekarang mulai terisak. (saat membaca bagian yg ini, aku juga ikutan terharu! T_T)
Membuat Kak Laisa tertunduk dalam. Menggigit bibir, pelan mendesah ke langit-langit, “Ya Allah, setelah Dalimunte, Ikanuri dan Wibisana, apa aku harus selalu menanggung penjelasan ini kepada mereka.... Ya Allah, apa aku harus selalu menjadi penghalang pernikahan adik-adikku.... Lais sungguh ikhlas dengan semua keterbatasan ini, Ya Allah. Sungguh.... Biarlah seluruh bukit dan seisinya menjadi saksi, Lais sungguh ikhlas dengan segala takdirMu.... Tapi setiap kali harus mengalami ini, menjadi penghalang kebahagiaan mereka....” Suara Kak Laisa menghilang diujugnya. Getir.
Dan Yashinta seketika menangis tertahan. Memeluk Kak Laisa erat-erat. Untuk pertama kalinya, kalimat seperti itu meluncur dari mulut Kak Laisa. Kalimat penjelasan. Sepenuh hatinya. Semua ini memang benar-benar sederhana baginya. Kesendirian. Rasa sepi. Kerinduan. Semua itu benar-benar sederhana baginya. Ia merasa cukup dengan segalanya.... Lihatlah, malam itu ia justru hanya mengeluh telah menjadi penghalang jalan kebaikan adik-adiknya.... (Kak Laisa yang tak pernah mengeluh akan nasib dan takdir hidupnya, hanya sekali mengeluh demi masalah tersebut. Subhanallah!)

*koq diketik semuanya?* karena novel ini aku pinjam, kalau dikembalikan mana bisa baca lagi! Hehehe…

Sungguh besar sekali pengorbanan seorang Kak Laisa terhadap adik-adiknya. Ditambah lagi dia bukanlah kakak kandung mereka, tapi Kak Laisa tidak pernah mempedulikan itu. Yang penting baginya, adik-adiknya harus bisa lebih dari kakaknya. Subhanallah.

Aku, walapun tidak memiliki adik. Contoh teladan dari Kak Laisa adalah yang terbaik dan harus aku pahami (ikuti). Terkadang aku juga suka benci, muak, dan jarang bersyukur atas hidup ku ini. Dan Alhamdulillah, setelah membaca novel ini, Insya Allah aku akan mengubah segalanya. Mengubah pola pikir ku. Belajar untuk lebih besyukur kepada Sang Pencipta atas segalanya dan atas nikmat hidup ku yg diberikan olehNya. Belajar menjadi seorang wanita shaleh. Belajar untuk ikhlas dan menerima apa adanya. Belajar untuk menjadi orang yang tidak cepat emosi (ini yg lumayan susah!). Belajar untuk menjadi seorang wanita yang penyabar, penyayang, pemaaf, tidak pendendam. Belajar untuk tidak terus-terusan mengeluh (ini juga lumayan susah!). Dan belajar untuk menjadi seperti Kak Laisa yang suka bekerja keras dan berdoa.

Namun, sekarang ada suatu perubahan dalam diri ku. Alhamdulillah, belakangan ini aku sudah bisa mengontrol rasa amarah ku. Jadi, kalau ada yang menyakiti atau mendzalimi ku, Insya Allah aku tak akan marah atau dendam padanya. Dengan tulus ikhlas, Insya Allah aku akan memaafkan kesalahannya. Karena aku selalu ingat, seseorang pernah berpesan pada ku: “gak semua org bs memaafkan klu mereka sdh disakiti, jadi klu qta bs memaafkan org apbl qta yg disakiti, lbh baik qta yg disakiti, daripada qta nyakitin org tp dia tidak mau memaafkan qta, sama aja qta sdh menjerumuskan org itu utk memperbanyak dosanya.” *good statement! dpt dr syapah?* mo tau ajah! R-H-S alias RAHASIA!

Sungguh, novel yang bagus. Novel yang dapat memberikan mitovasi dan semangat kepada pembacanya. (termasuk aku! ^_^) Dan yang lebih penting, novel ini betul-betul memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi para pembacanya.

Aku juga sangat berharap, ALLAH memberikan pilihan terbaikNya untuk hidup ku didunia dan diakhirat kelak, aku bisa menjadi salah satu bidadari-bidadari surga pilihan Allah. Pilihan terbaik, yang bisa mengerti aku dan menerima diri ku apa adanya. *semoga!* Amin Ya Rabbil’alamin....

Sebentar!

Aku sempat berpikir, berarti yang menjadi bidadari-bidadari disurga kelak apakah wanita-wanita yang diatas dunia ini memiliki tampilan fisik yang tidak menarik, namun dia adalah wanita sholehah dan pekerja keras? Maksudnya begini, karena Allah tidak ingin kekasihnya (bidadari-bidadari surga) diambil oleh lelaki didunia ini, makanya dia mengurangi wanita tersebut dari tampilan fisiknya. Jadi Allah tidak perlu cemburu, dan diakhirat nanti, wanita-wanita itu tetap suci dan Allah membalasnya dengan surga. Maka, jadilah wanita-wanita yang memiliki kekurangan pada tampilan fisik, tidak laku didunia, namun menjadi bidadari-bidadari surga di akhirat kelak! Apakah begitu?

Maafkan aku Ya ALLAH, itu hanya pikiran yang keluar dari otak ku yang masih kerdil ini. Otak yang tidak memiliki pengetahuan seperti Engkau Ya Allah. Sekali lagi, maafkan aku!


Wslm.

“sekolah dimano?...”

Hari minggu tanggal 7 kemaren adalah hari yang kesekian kalinya aku di kira anak sekolah oleh seseorang. Lucu! Tampang amit-amit kayak dinamit begini, koq masih dibilang anak sekolah?

Minggu itu adalah hari tes kemampuan Bahasa Jepang yang bekerja sama antara Pemerintah Jepang dengan Univ. Bung Hatta Padang – Indonesia. Bisa dibilang, ujian ini layaknya tes TOEFL pada Bahasa Inggris. Kota Padang yang diguyur hujan sejak malam sebelum ujian dilaksanakan pada pagi harinya, membuat ku tak bersemangat untuk mengikuti ujian. Ditambah lagi, aku memang benar2 ga ada persiapan buat ujian. Makanya ga semangat. Mwales!!...

Akibatnya, baru mulai ujian, sindrom ngantuk ku datang lagi. Pantes aja aku dibilang anak yang aneh sama uni ku! Jarang-jarang ada orang yang ngantuk pas ujian sedang berlangsung. Sedangkan aku, malah pengen tidur ketika ujian sedang berlangsung. Ditambah lagi dengan cuaca dingin yang pastinya akan membawa ku ke alam mimpi yang bisa menghangatkan ku. *ce’ileeeee... bahasa nyee!!!... whuehehehe…*

Tepat jam 9, ujian dimulai. 25 menit setelah itu, ujian selesai dan kami disuruh keluar kelas oleh panitia untuk istirahat. Hal ini lebih aneh dari pada diri ku yang pagi sebelum berangkat dikatakan anak yang aneh oleh uni ku. Anehnya, hanya untuk menunggu ujian yang berikutnya, kita mesti disuruh istirahat selama 25 menit dan menunggu untuk ujian yang berikutnya. Padahal, waktu ujian dengan istirahat sama-sama 25 menit. Kenapa habis selesai ujian pertama ga langsung disambung dengan ujian yang kedua aja? Heran saiah!

Pas jam istirahat yang pertama ini, sebenarnya aku malas keluar kelas. Tapi rasanya ga enak, masa semua orang keluar kelas, cuman aku aja yang ga keluar, takutnya nanti aku ditanya sama panitia “kenapa dek?”
Eh, pas istirahat ke dua aku coba diam dikelas buat mau tidur, emg ditanya beneran kayak gt sm panitia. hehehe… mau jawab apa? masa aku mesti bilang, “saya ngantuk bngt Pak! dingin, pengen tidur!...”
Namun karena merasa ga enak, akhirnya jam istirahat yang kedua aku keluar juga. Untuk menghilangkan kantuk sambil menunggu untuk ujian yang ketiga, penyakit iseng ku bangkit dengan cara me-miscall uni mega. *hehehe…*

Pada saat aku sedang duduk sambil menunggu waktu ujian yang kedua, seorang cewek yang duduk disebelah ku, bertanya pada ku, “sekolah dimano?” Mendengar itu, aku sedikit tertawa dalam hati. Sebenarnya mau berkata jujur, tapi krn aku masih merasa ngantuk, aku jawab seadanya aja. “Udah tamat.” Jawab ku, singkat. Cewek yang badannya hampir sama dengan ku itu, cuman manggut2 aja.

Karena waktu ujian yang kedua segera dimulai, si cewek itu lebih dulu berlalu meninggalkan kursi dari pada aku. Seperginya, aku malah berkata dalam hati ku. “tampang amit-amit kayak dinamit gni, masih dikira anak sekolahan?? hehehe… ternyata wajah ku masih babyface juga yach!! hihihi…”

Entah aku mesti sedih atau senang, sejak dulu jarang ada yang mengira aku sudah anak kuliahan atau udh tamat kul. Pas lebaran kemaren aja, teman papa ku mengira bahwa aku masih anak sekolahan. Padahal sejak awal juli lalu, aku sudah resmi menyandang gelar SH (Sarjana Hukum) dari alumni Fakultas Hukum Univ. Andalas Prog. Non Reguler. Pernyataan itu langsung diluruskan oleh Papa ku, dan aku cuman bs tertawa mendengarnya. Sekitar beberapa tahun yang lalu, sepupu dari kakak ipar ku, juga menganggap bahwa aku masih anak SMA, dengan menanyakan, aku SMA kelas berapa? Padahal, saat itu aku sudah kuliah dan sudah memasuki tahun 3.

Hehehe… ternyata walaupun wajah amit-amit kayak dinamit alias bnyk-nya bekas jerawat yang tewas dipermukaan kulit wajah ku, aku masih dikira anak sekolah oleh orang2 diluar sana (khususnya yang baru mengenal/melihat ku secara langsung), walaupun ada juga sebagian kecil orang-orang yang menganggap ku sudah ibuk-ibuk, bahkan ada yang sempat memanggil ku “ibuk” Uh! Sedihnya!! Serasa diri sudah tua amat!! *hehehe…*


Wslm.

Pengalaman Pertama ku Tes CPNSD Tingkat Pemda Se-Sumbar

Sebenarnya catatan ini sudah harus diposting sehari stlh kjdn-nya. Namun berhubung krn ada suatu kendala pd diri ku, jadi baru kali ini ada kesempatan posting catatan ini. ^_^

Klu gt, aku langsung cerita aja yach!

Minggu tgl 30 November 208 kemaren adalah pengalaman pertama ku mengikuti tes CPNSD yang diselenggarakan oleh Pemda Sumbar. Lokasi tes dan wilayah yang aku lamar waktu itu adalah Kabupaten Dharmasraya yang letaknya 150 km lebih dari kota Padang. Tempatnya, hampir dekat dengan perbatasan antara prov. Sumbar dan Jambi.

Tujuan postingan ku kali ini adalah untuk menyatakan perasaan yang aku rasakan setelah mengikuti tes tersebut adalah: M E N Y E S A L !

*Kenapa???*

Awalnya, aku membayangkan, jika aku mengikuti tes disana, yang daerahnya lumayan cukup jauh dari kota Padang, pasti tidak akan terlalu banyak saingan. Selain itu, formasi yang diminta juga cukup lumayan banyak yaitu 5 orang untuk formasi analis hukum, jika dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya, yang rata-rata hanya menyediakan 1 orang untuk formasi dibidang hukum.

Tapi apa mau dikata. Menurut pepatah lama, nasi sudah jadi bubur. Yang lalu biarlah berlalu dan tak perlu disesalkan lagi. Jika masih menyesalkan yang telah terjadi, takutnya kita depresi dan stres sendiri karena memikirkan itu-itu m’lulu.

Saat catatan ini diposting, aku sudah tidak merasakan penyesalan itu lagi. Lagian, kalau di flashback kembali, perjuangan ku untuk mengikuti tes tersebut, benar-benar bikin aku terkesan dan terharu. *cieee…* Dibawah ini sekilas tentang kegiatan pemotretan yang ku lakukan saat di Kab. Dharmasraya:



Hanya gambar2 itu saja yang tertera di kamera hp ku. Soalnya waktu itu, battery hp ku sudah mulai habis. Mau nge-charge, chargernya malah ketinggalan! Jadi, mau gmn lagi!

Sehari sebelum mengikuti tes di Kab. Dharmasraya, aku juga mengikuti tes CPNS di BPN (Badan Pertanahan Nasional). Pulang dari sana sebenarnya kondisi ku lagi ga fit. Maklum, pagi harinya tiba-tiba saja aku terserang flu dan kondisi badan yang kurang enak. Tapi demi itu semua, ku kuatkan juga fisik ku untuk mencapai cita-cita dan harapan ku. Flu sedikit, gpplah!! ^_^

Sebagaimana yang tercantum dalam jadwal bahwa tes CPNS BPN selesai jam 10.30 WIB, namun sekitar 10 menit sebelum itu aku sudah keluar. Rasa sakit dihidung ku gara2 flu rasanya sudah tak tertahankan lagi. Sewaktu mau pergi tes CPNS BPN di Univ. Ekasakti (UNES) aku diantar oleh kakak ku paginya. Pulangnya, gara2 aku tidak membawa hp, jadi aku tidak bisa menelepon ke rumah. Mau nelpon lewat wartel, duit disaku ku saat itu benar2 pas Rp 2000 hanya untuk ongkos angkot. *miris sekali!!* Mau tidak mau, dengan kondisi badan ku yang lagi ga fit saat itu, aku terpaksa jalan kaki dari kampus Unes ke persimpangan di dekat RS. Selaguri. Perjalanan dengan kaki yang cukup lumayan jauh.

Sesampai dirumah, tidak sampai sejam, setelah mencuci muka dan sebelumnya masih aku sempatkan untuk men-cek email dan mess diMultiply ku, aku, mama dan papa ku, ikut mengantar ku untuk menghadiri tes CPNSD di Kab. Dharmasraya.

Tepat jam 11.30 WIB kami mulai berangkat, dan sekitar jam 4 sore baru tiba di BKD Pulau Punjung Kab. Dharmasraya. Perjalanan yang lumayan cukup jauh dari Padang. Kalau dipikir2, perjalanan ini hampir sama jauhnya antara Padang – Pekanbaru, yang hampir memakan waktu setengah hari perjalanan.

Setiba di BKD, aku melihat dan mengecek dimana lokasi tes CPNSD untuk formasi Analis Hukum. Setelah berbicara dengan tukang ojek yang sedang berdiri sambil menawarkan jasanya dekat situ, aku menanyakan lokasi daerah SMA 1 Koto Baru yang merupakan lokasi tempat aku tes besoknya. Belum sempat aku menanyakan lokasinya dekat mana, si tukang ojek langsung menyanggah bahwa tidak ada ojek yang kesana, dikarenakan jarak BKD yg terletak didaerah Pulau Punjung dengan Koto Baru, jaraknya sekitar 45 km lebih. Wow!! jaraknya hampir sama antara Padang – Pariaman.

Setelah berbincang2, sore itu juga kami langsung menuju lokasi tempat tes ku di SMA 1 Koto Baru. Ternyata ucapan si tukang ojek memang betul. Jaraknya sangat jauh! Dalam perjalanan, kami sempat bertanya2 kepada penduduk setempat, bahwa jarak simpang pasar Koto Baru berapa kilo lagi? Disini, aku benar2 sangat berterima kasih kepada Papa dan Mama ku yang setia bgt menemani aku untuk mengikuti tes ke daerah pelosok ini. Sekitar jam 5, kami baru menemukan lokasi tes yang terletak di SMA 1 Koto Baru.

Setelah mengetahui tempat lokasi tes, kami mencari penginapan untuk bermalam semalam. Tapi alhasil, semua hotel/penginapan dari Koto Baru hingga Gunung Medan, semuanya penuh! Untuk balik ke Pulau Punjung, rasanya tidak mungkin. Karena jarak antara Pualu Punjung dengan lokasi ujian ku yang di Koto Baru lumayan cukup jauh. Mau tidak mau, jadilah aku, papa dan mama ku menjadi gelandangan sehari di Gunung Medan. (lihat saja fotonya! ^_^)

Dibandingkan dengan yang lain, aku harus bersyukur kepada-Nya, karena aku masih punya mobil sebagai tempat untuk beristirahat sejenak sblm mengikuti tes besok. Karena jarak antara Gunung Medan dengan Koto Baru tidak terlalu jauh, malam itu terpaksa mobil ku parkir di Gunung Medan. Awalnya diparkiran Hotel Umega di Gn. Medan, namun karena merasa ga enak, pas adzan Subuh papa memindahkan mobil ke parkiran di RM Umega yang terletak di depannya.

Pagi yang lumayan dingin di Gn. Medan. Disana juga pertama kalinya aku mandi dengan kaum hawa lainnya dalam satu ruangan. Hehehe… memang kondisinya dan tempatnya yang sudah begitu. Tapi untung saja, waktu itu aku tinggal memakai pakaian saja. Jadinya… XXXX (hehehe... aku ga mau ngelanjutinnya!! Hehehe...)

Setelah menyantap mie rebus plus nasi di RM Umega, sekitar jam setengah 8, barulah aku berangkat menuju SMA 1 Koto Baru. *It's time to action!!* Karena malamnya kurang tidur, diperjalanan menuju Koto Baru yang memakan waktu sekitar satu jam, aku sempatkan untuk tidur diatas mobil barang sejenak.

Sekitar jam setengah 9, kami sudah sampai di SMA 1 Koto Baru. Berhubung tes dimulai jam 10, waktu yang tersisa tidak kusia-siakan untuk tidur lagi. (hehehe...) Maklum, udah malamnya kurang tidur, kondisi badan kurang fit ditambah lagi, badan ku terasa sakit2 karena tidur diatas mobil semalaman. 15 menit sebelum ujian di mulai, barulah aku mulai masuk ke lokal. Disana, aku sempat berbincang2 dengan salah satu peserta CPNS yg duduk di depan ku. Ternyata si uni itu udah dua kali ikut CPNS. Kalau dipikir2, ternyata ikut CPNS itu lumayan susah dan untung2-an jg yach!! Ditambah lagi, saat pengawas ujian yang melihat kartu ujian ku menyatakan bahwa aku baru tamat kuliah kemaren ini. Itu artinya, dilokal itu, akulah peserta CPNSD termuda!! Hehehe… ^_^

5 menit sebelum tes selesai, aku sudah keluar. Otak ku benar2 buntu ketika dihadapi dengan soal hitungan yang banyak sekitar 10 soal. Asal jawab saja, entah itu betul atau tidak, semuanya Lillahi ta’ala saja lah! Aku pusing mikirin itu lagi. Terang aja! sudah hampir lebih dari 4 tahun aku tidak menghafal rumus mate-matika, walaupun jurusan ku waktu di SMA dl adalah IPA. Bahkan pelajaran Kimia yang menjadi favorit ku saat itu saja, sekarang sudah mulai lupa akan rumus2 dan nama2 senyawa yg dl biasanya sempat ku hafal di luar kepala.

Kab. Dharmasraya memang betul2 panas. Seharusnya kabupaten itu sejuk. Namun karena disepanjang perjalanan di Kab. Dharmasraya hutannya sudah tidak virgin alias sudah banyak digunduli dan dibakar oleh orang2 yg tak bertanggung jawab, menyebabkan daerah ini terasa pnas dan gersang. Sama halnya sewaktu aku pergi ke Pekanbaru lewat Air Molek beberapa waktu yang lalu. Bau asap kebakaran hutan membuat dada sesak dan kabutnya juga menghambat perjalanan. Makanya, aku turut mendukung orang2 yang setuju dengan program Hijau Indonesia atau program penghijauan lainnya yang sejenis. Go Green Indonesia!! ^_^ (secara, diri ku juga pencinta warna hijau!)

Karena kepanasan, Mama ku seperti bertamasya di lapangan sekolah SMA 1 Koto Baru. Sayang bgt, aku ga bisa ambil fotonya. Soalnya battery hp ku kala itu udah benar2 parah. Aku cuman bs ketawa melihat tingkah Mama ku. Gmn ga! Dari sekian banyak orang tua yang nungguin anaknya selesai tes, cuman Mama ku yang membentang tikar dibawah pohon, dilapangan SMA 1 Koto Baru. Hehehehe… tapi, gpplah!! Mereka sudah sgt berjasa dan setia pada ku. Keadaan yang membuat begitu, harus gmn lagi!?

Sekitar pukul 2 siang, kami kembali menuju kota Padang. Sebelumnya, kami sempat makan siang di RM sblm Gn. Medan. (aku lupa nama RM-nya) Disana, aku sempat kesel sama anak kecil yang seenaknya saja memakai sepatu plastik ku, saat ku taruh diluar. Soalnya waktu itu makannya bergaya lesehan. Pas aku mau ke mobil buat ngambil kerupuk, aku malah kebingungan mencari dimana sepatu ku. Ternyata dia meletakkannya di bawah pohon yg tak jauh dari tempat aku meletakkan sepatu pada awalnya. Alhasil, kaus ku yang putih jadi kotor karena menginjak tanah untuk mengambil sepatu yang ditaruhnya dibawah pohon. Dasar anak2!! Bikin aku tambah kesel ajah!! ;(

Alhamdulillah, pukul 7 Maghrib kami sampai dirumah. Pengalaman berkesan itu entah harus menjadi apa dalam diri ku. Rasa sesal, rasanya harus dan kudu dihilangkan. Bagiku, semuanya tergantung nasib dan takdir. Jika Allah mentakdirkan aku lulus diantara 300 orang pelamar CPNSD Kab. Dharmasraya utk formasi Analis Hukum, itu Alhamdulillah. Jika tidak, mungkin itu memang belum takdir ku.

Sekarang, aku hanya bisa ambil hikmah dari semua kejadian ini saja. Anggap saja tes tsbt adalah jalan2 pertama ku ke Kab. Dharmasraya, walapun sblmnya pernah ke sana, tapi itu dulu, sewaktu diri ku masih berstatus anak SMP. Hikmahnya, aku bisa melihat betapa telah buruknya hutan dipedalaman Sumatera yang telah dihancurkan oleh orang2 yg tidak bertanggung jawab.

Mungkin segitu saja catatan laporan ke Dharmasraya kali ini. Hehehe… aku berbakat jadi seorang reporter ga ya?? Rencananya, kalau bisa, nanti aku ingin sekali keliling Sumbar dengan membawa kamera, kemudian mempublikasikan budaya Sumbar lewat multiply ku. Tujuannya, agar banyak orang diluar sana yang tertarik dan mengenal Sumbar dan budayanya!! *I think, it’s a good idea!!* hehehe… tengkyu!! ^_^

Dah dl y…

Ini adalah postingan terpanjang ku, slm bbrpa bulan ini. ^_^

Wslm.


Menyesalkah Berjilbab?

Tiba2 sj pertanyaan tsb terlintas dibenakku. Mungkin krn bbrpa hari blkngn ini mata ku sering melihat ce2 atau foto 2 ce/abg di friendster mereka yang menampilkan keindahan dan kecantikan mereka tanpa tudung diatas kepala mereka.

Memang ku akui, jangankan para lelaki saja yang suka dan tertarik dengan ce cantik tanpa jilbab, baik yang difoto di fs maupun yg dpt dilihat scr lgsg, melainkan terkadang aku juga suka melihat foto2 ce tsb atau yg dilihat scr lgsg. Seperti ce yg ga berjilbab, yg ku lihat tadi sore di depan rumah ku. Cantik! (ini bukan berarti aku lesbian atw gmn lho! Aku adalah wanita yang teramat sangat normal!!!)

Kembali ke pertanyaan diatas. Jawabannya adalah TIDAK!!!! Karena aku tahu, itu adalah bisikan dari setan yg senang menganggu anak cucu adam spt saya! Walaupun terkadang timbul rasa sedikit penyesalan dalam diri karena telah memutuskan untuk berjilbab, tapi sekali lagi ku tegaskan bahwa itu semua adalah bisikan setan!! Insya Allah, demi ALLAH aku tidak akan melepaskan jilbab ku hingga aku tutup usia di akhir nanti. Amin ya Rabbil’alamin!

Dalam Al Qur’an Surat Al-Ankabut ayat 2-3, Allah menjelaskan: "Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; "kami telah beriman" sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya kami telah menguji org2 yg sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui org2 yg benar dan sesungguhnya Dia mengetahui org2 yg dusta."

Jadi, mungkin saja saat ini keimanan ku sedang diuji oleh Allah SWT. Bukankah empat tahun silam aku sudah membulatkan tekad ku dan memutuskan untuk memakai jilbab, dan insya Allah tidak akan melepaskannya, bagaimanapun keadaannya? Jadi, untuk apa lagi aku merasakan sifat iri terhadap para gadis yang belum memakai jilbab? Aku rasa, itu tidak perlu! Sifat iri itu adalah sifat setan yang harus di jauhi! OK!!

So, berjilbab? Asyik2 aja tuch!! (^_^)v

Lagian, klu diliat lama2, ce berjilbab itu ternyata cantik en manis jg loh!! Seperti saya!!! hehehehe.... *narsis wae km nak!!* biarin, it's my privat blog!! so, I bebas bwt mengutarakan semua perasaan dan kenarsisan sy disini!! hehehe...


Wslm.



weekend di Bukittinggi kali ini

*tumben skrg nge-posting ttg weekend di Bkt, emg yg kmnr2 gmn?* Ga gmn2! Cumn, weekend kali ini ada bbrp kejadian menarik, yg kyknya ga bisa diceritain satu per satu! *apa ciiiihhhhh??* hehehe… ada dech! mo tau ajah! *idih!! bikn penasaran ajah!*

Klu ga salah, sjk awal bln agustus kmrn, tiap sabtu/weekend aku dan keluarga ku udh biasa menginap di Bkt. Tentunya dirumh yg di kubang putiah dunkz! Khusus bwt aku, setiap kesana pasti bawaannya pengen tidur m’lulu. Sampai2 di marahin, tp aku-nya cuek2 ajah!! (hehehe… ga punya otak yach!) *ember!!!*

Tapi mau gmn lagi, cuaca dan kondisi disana kyknya emg suka bgt ngajak aku buat tidur. Sesampai disana, lgsg bentangin kasur trs ambil selimut tebal, habis itu ngumpet dibawah selimut dan bobok! Hehehe…

Weekend kali ini lumayan bikin aku senang plus bikin aku kesel bgt. Awalnya, kesel sm mama yg katanya mau beliin aku jilbab kaos di Pasar Aur Kuning. Pas aku milih jilbab kaos yg mereknya ‘MUGI’ mama ku malah matahin semangat aku buat beli ntu jilbab. Alasannya ada2 ajah!! Sebel plus kesel sm sikap mama ku yg kyk gt. Akhirnya beralih ke tempat lain. Nah, yg disini tmbh bikin aku kesel lagi sm si mama. Pas aku pilih jilbab yg bahan dasarnya spandex, si mama malah ngebantah lagi. Katanya, pilih jilbab yg bahannya kaus, biar bisa ngisap keringat ku. Maklumlah, mgkn krn keturunan, aku jg ga tau knp keringat di badan ku, khususnya yg di wajah, dari dulu lumayan banyak! Apalagi yg dibagian hidung, tiap detik basah m'lulu!! Kyk ada mata air pegunungan aja di hidung bunder ku ini!! *HUAHAHAHAHAHHAHAAHAHAHHAHA....* enak ye!! ngetawain org!!! puas..puas..puas..puas..puas..puas...!!!!

Padahal, aku udah tawar menawar sm si uni yg jualan jilbab dan sepakat dgn harga 20rb utk satu buah jilbab spandex berwarna hitam. Tapi si mama malah matahin semangat ku lagi. Bete bgt!

Saking bete, kesel plus sebel sm mama, aku pergi nyari papa. Awalnya mau balik ke mobil buat ngambil duit ku yg ketinggalan di mobil. Tapi pas dijalan, ada co yg mgkn seumuran sm aq, nawarin angkotnya. Dasar otak udang tuch org! Apa dia ga tau, klu aq lagi bete plus kesel bgt waktu itu! Padahal pas sdg jalan aku kan pasang muka lagi kesel. Waktu aku lagi nyoba nelpon ke hp papa, malah ga nyambung-nyambung. Eh, ntu org malah bilang aku “pakak” gara2 aku nyuekin tawaran angkotnya. Kurang ajar bgt tuch org! Alhamdulillah aja, aku masih di kasih kesabaran sm Allah, atw bs aja aku lgsg perang mulut sm t co di depan keramaian kyk gt! Apa t org ga tau gmn bentuk kemarahan ku pas lagi bete kyk gt?? Dalam dua tahun blkngn ini, dia termasuk co ketiga yang paling brengsek sedunia yg pernah aku temui. Dan co urutan kedua yg paling brengsek dan paling aku benci aku temui di tahun ini, setelah awal tahun 2008 kmrn aku juga ktemu sm co brengsek! *sering amat ktemu sm co brengsek* hu'uh!

Cerita ketemu co brengsek di pasar itu, ga aku ceritain ke ortu aku. Takutnya, ujung2-nya aku bukan dibelain! Tapi malah “dikata2-i”!! Yg ada, aku malah tmbah kesel plus bete!

Pas dijalan, akhirnya aku ketemu jg sm papa ku. Minta pinjam duit sm papa dengan mata yg berkaca2 (mo nangis!!), soalnya ngomong pinjem duit-nya smbil nangis!! Hehehe... Hbs ntu, balik lagi ke tempat yg jualan jilbab kaos. Akhirnya, t jilbab aku beli dgn harga 25rb. Yg jilbab bhn spandex ga jadi aku beli, soalnya klu diliat2, bhn-nya kurang bermutu! Tipis bgt!

Biarpun siangnya bete plus kesel sm tingkah laku mama ku dan co brengsek yg nawarin angkotnya sm aq, Alhaldulillah itu semua ga bikin aku dendam lama-lama ke orangnya. Yg berlalu biarlah berlalu.

Malam harinya, aku disuruh sm papa bwt beli rokok di warung dekat mesjid di perumahan kubang putiah t4 aku tinggal. Sebenarnya ada kjdn menarik pas mau beli rokok. Tapi, ga ush aku ceritain disini dech!! Simpan dlm hati ajah!! *curang! katanya, ini blog privat! kq ga mau diceritain?* hehehe… kan ga semuanya mesti diceritain!! ^_^

Ternyata bermalam di Bkt dingin amat yach! *ya iyalah!* Saking dinginnya, bikin aku laper terus. Hbs makan mie goreng yg dibeliin sm papa ku kmrn malam, aku tidur duluan. Ngantuk bgt sich! Eh, baru bbrp menit mau tidur, malah mati listrik! Itu pertama kalinya aku mengalami mati listrik pada malam hari. Karena listriknya mati, jadinya, yaaa… dilanjutin aja terus tidurnya! ^_^

Tapi karena pas paginya penyakit mama ku kambuh lagi, minggu jam 9 tadi terpaksa kami harus balik ke Padang. Tiba di rumah jam 12, hbs sholat Zuhur, lgsg ngeblog dech!! hehehehe... *ketagihan ngeblogging sech!*

Sbnrnya, ada lagi kjdn menariknya. *apa???* Waktu baru nyampe di Bkt kmrn, aku sm mama ku pergi ke tempat pijak refleksi di Bkt. Pas giliran ku yg di pijat, eh aku malah ketawa2 sendiri. Si tukang pijat juga malah ikutan ketawa juga. *aneh, dipijit koq malah ketawa?* Padahal pasien sblmnya malah ada yg hampir nangis gara2 nahan sakit karena di pijat. Yg aku, malah ketawa sampai perut ku sakit! *koq bisa?* Ya iyalah bisa! Yg dipijit itu, bagian tengah telapak kaki ku, ditambah lagi aku ini orangnya penggeli. Jadi, respon aja klu bagian yg itu dipijit, aku malah ketawa sambil nahan sakit! Tapi gara2 ketawanya yg sampai bikin perut ku sakit, so sakitnya ga begitu terasa! Hehehe…

Boksi dl ah!! *apaan boksi?????* bobok siang, dunkz!!!


Wslm.

Pengalaman Pertama Wawancara Kerja

Bisa dibilang kemaren (tepatnya tgl 10 Nov. 2008) adalah pengalaman pertama ku dalam wawancara kerja (job interview) di salah satu perusahaan yang ada dikota ku. Perusahaan yang tak begitu bonafit, karena pada awal kedatangan ku kesana, orang-orang disana (para pegawainya) sudah menunjukkan sikap yang menurut ku kurang baik. Apalagi kalau bukan sikap bohong yang paling dan sangat teramat aku benci didunia. *ga bonafit, koq malah ngelamar kesana?? aneh!!* namanya juga cari pengalaman!!

Disini, aku tidak akan menguraikan perjalanan ku bisa memasukkan lamaran ke perusahaan ini. Mungkin karena ingin mendapatkan pengalaman masuk kerja (khususnya, dalam job interview) aku mengirimkan lamaran ku ke perusahaan ini.

Banyak kebohongan dan kejanggalan yang aku temui saat pertama kali aku dipanggil untuk tes di perusahaan ini. Kebohongannya adalah, saat aku masuk ke salah satu ruangan diperusahaan tsb utk mengikuti suatu tes, aku bertanya pada salah satu karyawan yang duduk dibangku resepsionis. “Kak, didalam kok rebut? Ada apa?” tanya ku. Si kakak resepsionis itu malah menjawab, “Oo, itu ada yang ultah diatas...”

Akupun heran. Setelah pulang dari sana, aku baru mengetahui kalau sebenarnya, yang ribut2 diatas tadi itu bukan karena ada yang ultah, melainkan itu adalah suatu bagian dari support atw istilah lainnya, penyemangat utk memulai suatu pekerjaan yang bagi ku, intinya sama dengan seorang sales.

Selain itu, aku juga menemukan beberapa kejanggalan. Salah satunya, pada saat aku mengikuti tes pertama. Pas seorang karyawan menanyakan pada ku, kenapa kertas tes yang diberikan belum aku isi. Pas aku jawab, untuk menunggu teman2 yang lainnya, orang itu malah bilang, kursi2 itu memang disusun banyak2 spt itu. Mungkin kesannya, bahwa yang mendaftar disini lumayan banyak. Tapi pada kenyataannya, hampir sehari aku disana, hanya aku sendiri calon karyawan yang mengikuti tes tsb.

Aku pun bertambah heran, saat orang itu memperkenalkan aku dengan managernya dan menyuruhku untuk mengikuti tes berikutnya, yaitu tes observasi. Awalnya ku kira, ts observasi ini adalah peninjauan barang-barang yang mereka produksi digudang atau di toko-toko yang menjual produk yang mereka produksi. Tapi yang terjadi malah mengajak aku keliling2 suatu kawasan/perumahan yang terletak di Ulak Karang, dekat SMKN 5 Padang. Tujuannya untuk memperkenalkan bahkan sekaligus menjual barang-barang mereka dari rumah ke rumah (door to door).

Sebelumnya, oleh seorang traineer kembali memberikan penjelasan kepada ku mengenai pekerjaan yang akan aku kerjakan nanti, dan menjelaskan profil tentang perusahaan mereka serta tingkatan2 yang terdapat dalam perusahaan mereka. Tapi, entah aku-nya yang super bego’, dungu alias bodoh, aku hanya mengangguk-angguk sok mengerti. *padahal, kagak ngerti sdikit pun euy!! hehehe...*

Setelah satu barang mereka laku satu buah, aku disuruh oleh traineer utk kembali ke kantor dan menemui manager yang tadi. Dalam perjalan menuju kantor, aku malah semakin bingung dan heran. *maklum, emg udah lemot dari sono nye sich!!*

Setiba dikantor, aku sampaikan keheranan ku ke manager perusahaan tsb. Aku menanyakan, kenapa kerja ku spt ini? Padahal, posisi yang aku pilih pada saat aku melamar ke perusahaan ini adalah administrasi, tapi kenyatannya koq gini?

Kemudian, aku diberi penjelasan lagi tentang Management Trainee dan segala tetek bengek tentang perusahaan yang sebenarnya tadi sudah dijelaskan oleh traineer tadi. Tapi, dasarnya aku otaknya telmi alias lemot alias ciput *jalanya lambretaaaaa... bangeetssss!!!* Tetap saja aku tidak mengerti.

Entah pola pikir yang berbeda, entah apalah namanya. Jelas, AKU BENAR-BENAR TIDAK TAHU *bukan karena doyan makan tahu loh!*

Keheranan ku timbul lagi, saat setelah aku keluar dari tempat itu. Inti menurutnya, untuk menjadi sebuah manager atau seorang yang bekerja dibagian administrasi, awalnya harus mengikuti training spt yang aku lihat pada saat observasi siang tadi. Tujuannya, untuk melatih kemampuan dalam komunikasi, mental dan sikap untuk menjadi seorang staff administrasi, atau bahkan manager. Dan pada perusahaan tsb, tingkat pendidikan tidak mempengaruhi untuk menjadi seorang staff di perusahaan tersebut.

Tentu saja hal ini bagi ku sangat aneh! Bahkan, pada saat interview, sang manager mengatakan, apakah observasi yang ku lihat tadi sama dengan pekerjaan yang dilakukan oleh seorang sales? Dan orang awam seperti aku, tetap saja menjawab, bahwa pekerjaan tersebut sama saja denga sales.

Mungkin baginya tidak, tapi iya bagi ku. *maksudnya?* Contohnya seperti ini, orang-orang diluar sana, hanya mengetahui bahwa aku adalah seorang lulusan Sarjana Hukum (S1). Tapi, orang2 tsb tidak mengetahui bahwa bidang kekhususan ku di Fak. Hukum itu adalah Hukum Perdata Ekonomi. Mereka hanya menganggap, karena aku adalah lulusan Sarjana Hukum, jadi aku bisa mengetahui segala bentuk dan jenis hukum yang telah aku pelajari selama aku duduk dibangku perkuliahan yang mempelajari tentang Hukum dan segala tetek bengeknya. Mereka berpikiran seperti itu, karena mereka adalah orang awam dan tidak mengetahui tentang pendidikan hukum yang telah aku pelajari selama aku kuliah disana. Begitu pula halnya, dengan interview kemaren. Si manager tetap mengatakan bahwa pekerjaannya bukanlah seperti sales. Tapi orang awam lainnya (termasuk aku) pasti akan menganggap bahwa pekerjaan ini sama halnya dengan seorang sales. Tak ada bedanya.

Kejanggalan dan keheranan ku yang lainnya adalah, pekerjaan tersebut dilakukan sebagai langkah awal untuk mendapatkan posisi yang lebih baik di perusahaan. Sekalian utk melatih komunikasi, mental dan sikap kita untuk bisa menjadi seorang manager. *tetap saja, tingkat pendidikan tidak menjadi pengaruh!!*

Setiba dirumah, pada saat aku sedang mandi. Inspirasi ku keluar. Menurut ku, aneh sekali jika ke tiga kemampuan tsb dijadikan sebagai ukuran untuk mengangkat seorang manager perusahaan. Lalu, bagaimana dengan pendidikan? Tidak mungkin seorang guru yang mengajar suatu mata pelajaran di SMA juga seorang tamatan SMA! Setidaknya, dia pasti serorang tamatam D3 atau D2 disalah satu sekolah tinggi.

Dan mengenai ketiga kemampuan tsb, komunikasi, mental dan sikap, bagi ku tidak hanya bisa didapat dengan melakukan interaksi dengan masyaakat! Karena, untuk melatih kemampuan berkomunikasi, mental dan sikap, juga dapat dimiliki oleh seseorang dengan melakukan interaksi dengan sesame karyawan dalam suatu perusahaan dan lingkungan disekitarnya. Dan untuk mendapatkan posisi sebagai staff dalam satau pekerjaan, bagi ku harus dilihat terlebih dahulu tingkat pendidikannya. Kalau seandainya yang menjadi patokan untuk bisa menjadi staff atau manager disuatu perusahaan adalah dilihat dari kemampuan komunikasi, mental dan sikapnya harus baik dan mendapat poin plus... *nah, kalau semua karyawannya mendapatkan poin itu??* Tak disangkal lagi, maka semua karyawannya menjadi manager!! *lalu, yang menjadi karyawan dan bagian lainnya dibawah manager, mana?*

Hehehehe... itulah yang membuat ku heran, aneh dan terbengong-bengong!! *aneh jg bahasanya!!*

Entah karena aku bodoh atau dungu, entah apa, aku juga tidak tahu!

Tapi, dari sana aku bisa mengambil kesimpulan bahwa pola pikir seorang tamatan SMA dengan seorang yang tamatan S1, JELAS BERBEDA!

Maaf, bukannya aku menyombong loh!! But, it’s the real moment yg aku hadapi. Sungguh suatu pengalaman yang cukup menarik bagi ku.

*hasilnya???*

Hasilnya, hingga aku menunggu telepon dari traineer aku yang kemaren sampai jam 8 malam, bahkan hingga detik ini, telepon itu tak kunjung datang menghampiri ponsel ku yang sudah lumayan rapuh. *sm kyk org-nya yg lagi patah hati!! hihihi...* bukan patah hati! Tapi sakit ati!! Beda loh, patah hati sama sakit ati! *o0o0o0o0o...*

En d last, indera ke-6 ku benar lagi! Aku tak diterima!! Huahahaha... *koq hepi?*

Mungkin pada saat interview, aku sedikit berdebat dengan managernya tentang posisi yang aku lamar.

Ya iyalah I’m hepi!! Klu sempat aku diterima, uh! Kulit ku bakalan tambah item duonkz!! Masa, utk jadi staff administrasi aja mesti ke lapangan dulu, dan masa uji cobanya mesti jual barang-barang kayak sales dl!! Trs, dimana letak berharganya ijazah yang sdh dengan susah payah dan tangis air mata ku peroleh?? Aku kira, bisa langsung jadi staff adm atau pekerjaan lainnya yang tidak membuat ku terjun langsung kelapangan, dan memperoleh bakat komunikasi, mentak dan sikap itu, bisa ku peroleh dalam bekerja nantinya dan interaksi dengan karyawan-karyawan lainnya!!Tapi kenyataannya malah berbeda dengan yang aku harapkan.

Tapi, gpplah!! Ini adalah pengalaman pertama ku dalam job interview. Jadi, kalau suatu hari nanti ada perusahaan yang mungkin lebih bonafit dan memberikan posisi yang lumayan bagus untuk ku, aku bisa mengambil pelajarannya dari sini.

Yups! I like my day. Aku bisa mendapatkan banyak pengalaman diluar sana. Dan tetap menjadi korban kebohongan dari orang-orang. Semoga Allah SWt mengampuninya dan memberikan balasan yang setimpal pada orang-orang yang telah berbohong pada ku dan menjadikan aku sebagai korban dari mereka-mereka yang suka berbohong. Amin Ya Rabbil’alamin.

Tapi yang menyedihkannya, aku tidak bisa mengeluarkan semua pendapat ku pada saat interview kemaren. Inspirasi dan pendapat itu baru ku dapat saat aku mandi pagi tadi. Hehehe... *wow! kamar mandi jadi tempat inspirasi yach?* hu’uh! ^_^

Tapi kalau dikeluarkan semuanya, bisa-bisa si manager yang kemaren makin kesel sm aku!! Hihihi...

Lagi denger lagunya Mika Nakashima yg judulnya Yuki No Hana nich. Jadi inget lagi sm ssorg dsna *yg udah nyakitin hati dan perasaan ku* inget saat bbrp hari mau ketemu sm dia!! Hehehe... Kpn bisa ketemu lagi yach? Apa bisa? *semoga...!! berdoalah kepada Allah SWT semoga dia mengabulkan semua keinginan dan doa mu!!* hehehe... i'm shy!! :pipi merah mode on:


Wslm.

Hilangnya Hak Suara ku

Hari ini ada pemilihan kepala daerah alias pilkada Walikota di kota ku. Namun, gara-gara tidur ku yg lumayan pulas hari ini, hingga bangun jam 11 siang tadi. *tp sebelumnya, udh bangun bwt sholat subuh loh!!* Maklum beberapa hari blkng ini daku lg sibuk bgt ngurus kerjaan. So, bangunnya pagi-pagi bgt (hingga ga ada waktu bwt tidur lagi pas hbs sholat subuh) dan tidurnya, terkadang udah lewat jam 12 malam. Dan krn sekarang ada waktu buat tidur setelah sholat subuh, akhirnya q bantai tidur sampai jam 11 siang tadi, yang menyebabkan diri ku kehilangan hak suara buat nyoblos pilkada tahun ini!!

Hehehehe... gpplah!! Karena ada adek dari kk ipar q yang menggantikan posisi hak pilih dan hak suaru ku buat nyoblos di Pilkada tahun ini. Lagian beberapa hari sebelum Pilkada, aku sudah memutuskan utk GOLPUT alias ga milih!! Soalnya, setiap yang menjadi kepala daerah atau kepala provinsi atw bahkn kepala negara di negara ini, klu ku liat2 jarang ada yg betul!! Bo'ong semua!! Janji-janji manisnya buanyaaaakkk amiiiirrrrr!!!! Dan hal ini menjurus pada dosa munafik!! ;(

Maka dari itulah, aku putuskan utk golput pada setiap pemilihan KepDa, KepProv atw KepNeg. Tp yg terjadi malah sebalik, hak suara ku digunakan oleh adek ipar ku. Hehehe... gpplah!! Lagian, mimpi yang tadi bener2 ga bisa ditinggalin!! Apalagi klu bukan mimpi makan, hingga air lieur ku nyangkut dibantal kesayangan ku. hehe... *ich!! jorok!!*
Biarin, mimpinya kan makan mie rebus yg kuahnya suangat enak buangetzzzz!!! Apalagi, mie rebus yg dalam mimpi itu banyaknya semangkok besar dan aku makan sendiri. Ga ada yg nyaingi euy!! ^_^ Ditambah lagi dengan kuah kecapnya yang enak, dan sedikit rasa pedas!! hhhmmm... smpai sekarang masih kebayang2 gmn lezatnya ntu mie rebus!! Makanan favorit saya!!! huehehe... *tambuah...!!!*

Tapi gpplah!! Biarlah hak suara ku hilang dari pada kehilangan mimpi makan mie rebus semangkok besar!! Hehehe...


Wslm.


Penelepon aneh dipagi buta (edisi terakhir)

Sepertinya cerita ttg penelepon aneh yang berinisial Aryo mesti berakhir kemaren, pas diriku mau sholat Maghrib. Dasar "tuti" alias tukang tipu, ga berani ngaku pas aku nanya alamat Fs sm ID YM-nya. Padahal aku cuman nanya baik-baik, tapi konotasinya malah lain. Aneh bgt t org!! Ga dewasa sdikit pun!! Sm aja kyk si vick!! Childish *tulisannya gt yach????* bangeeeetssss!!!

Pas dia nelpon untuk yang kedua kalinya waktu lalo ku lagi mati, keesokan paginya dia ku sms. Cuman nanya dia sebenarnya siapa, tau no hp aq dr mn. Just it!! Tp tanggapannya koq sinis gt ya?? Heran saiah!! ;(

Ujung-ujungnya dia malah bilang thnx. Habis itu, pas aku telpon sms balik, malah ga dibalasnya! Rata-rata, koq semua co yang aku temui sikapnya hampir sama aja semuanya?? Ga bs berpikiran dewasa!! DIkiiiiiiii...tttttt aja!! Ga bisa!! Parah!! Payah!!!!

Dan inilah akhir ceritanya. Habis kata-kata thnx itu, smpai detik ini ga ada balasan sms ku. Ga telpon or sms dari dia lagi. Tapi, gpplah!! Dari pada hidup ku diganggu/disakiti untuk yang ketiga kalinya lagi, mending semuanya di cut aja!! Agar hidup ku kedepan bisa lebih Aman, Nyaman dan Tenteram Sampau Tujuan... *kayak motonya ANS!!* huehehehehehe...


Wslm.

Penelepon aneh dipagi buta

Sekitar dua hari yg lalu, tepatnya tanggal 14 kemaren jam 4 pagi WIB. Pas aku lagi tidur di kamar uni ku (krn beberapa hari ini dia takut tidur sendirian, katanya dalam seminggu ini ada seseorang berbaju putih yang datang ke mimpinya!) tiba-tiba aja aku dikagetin sama bunyi hp ku tepat pukul 4 pagi.

Telpon tsb aku angkat. Aku tanya yg nelpon itu siapa. Ternyata makhluk aneh yang ngaku2nya teman chat ku dari jakarta, namanya aryo. Subuh pagi waktu aku mau berangkat pergi wisuda tgl 23 Agustus kemaren, dia juga nelpon. Aku kira itu telpon dr si vick (mklum, si vick doyan gonta ganti no hp) *apakah si vick jg doyan gonta ganti pacar?? hehehe... may be yes, may be no!* soalnya percakapan kami ditelpon waktu itu cumn sbntar, berhubung waktu itu diri ku belum sholat subuh, jadi ku bilng ke dia utk menelepon ku sbentar lagi, setlh aku selesai sholat subuh. tapi setelah diselidiki, ternyata itu bukan no-nya si vick *cumn suaranya aja yg hampir sama!* hehehe... maaf ya vick!! ^_^

kemudian si aryo ntu, menelepon aku lagi pas aku mau makan sahur dibulan Ramadhan kemaren. nah, untuk yg kali ini, percakapan kami lumayan lama. kira-kira sekitar 15 menitan.
disana, dia menjelaskan semuanya. tapi dia ga ngasih tau dpt no ku dr mana. dia bilang, dulu aku pernah chat sm dia, trs aku ngasih no hp ku ke dia. Aneh bin Azaib!!! perasaan, sejak daku mulai nyusun skripsi, daku ga pernah chat lagi dech!! di YM aja, kagak! apalagi lewat mIRC!!!??? orang aneh!! dpt dr mana no hp saiah????

Dan yang paling aku ga suka menjawab telpon dari orang jakarta, t orang seenaknya aja manggil-manggil saya dengan sebutan "sayang". Sayang dari hongkoong??? sejak kapan aq jadi ce-nya?? Trs, krn katanya umurnya lebih gede dr aku, aku suruh aja dia manggil aku Adek. eh, malah dikasih embel-embel sayang lage!! dan aku kembali dipanggil Adek Sayang...!!! gila t org!! kk kandung ku yg co aja ga segitu-gitunya sama aku!! heran saiah!!

Kemudian si aryo nelpon lagi kemaren pagi jam 4 pagi. pas kemaren itu, aku tanya alamat fs-nya, trs dikasih. katanya, alamat fs-nya: aryorian@yahoo.com, tp pas aku liat, alamat fs itu belum terdaftar!! Penipu t org!!
Dan anehnya, pas nelpon itu dia malah bilang kata2 buka. maksudnya, dia minta fs-nya diliat sekarang. namun karn hari masih pagi (belum masuk waktu subuh di tempat ku!!) aku bilang aja, ntr siang aku buka fs-nya. Eh, konotasinya malah lain!! dia ngomong kata2 "buka" trs!! sampai-sampai, ngomong kata "buka"-nya udah mulai melenceng, kyk Aura Kasih lagi nyanyi!!..
Karena itu, ku matiin aja lgsg t Hp. Dasar org gila!! pagi-pagi buta udah ngomong yg aneh!!

Kejadian terulang lagi. Tadi malam, tepatnya jam 1 lewat, seseorang dengan no hp 081210707108 mampir di Hp ku lagi. Namun karena kemaren aku capek bgt. jadi hp ku ga kedengeran. Maklum, lalok ku mati!! (^_^) jadi, telponnya ga aku angkat!! paling-paling itu juga no hp si aryo. Makhluk aneh yg suka nelpon org tengah malam atau dipagi buta!! kalau yg diomongin itu penting, gpp!! Nah, kalau omongannya udah ngaco!!! Mati c lah urg t lai!! hehehe...


Wslm.

chemonk

Siapakah chemonk???

chemonk is my pet in my Fs.


Setelah chick pergi ninggalin aku entah kemana, sekarang aku menggantinya dengan si chemonk. chemonk adalah biri-biri piaraan ku yang aku simpan di FS ku bwt ngejagain warung Fs ku. Biar yang liat Fs ku terhibur dengan suaran aneh yang timbul dari halaman bagian bawah dari profil Fs ku. Siapa lagi kalau bukan suara chemonk yang lagi makan rumput! hehehe...


Ga tau jg kenapa, si chick tiba-tiba menghilang dari profile Fs ku. Kalau dipikir-pikir, sepertinya kelakuan si chick sm aja dengan si vick. Btw, kq namanya hampir sama yach?? Apakah mereka sama-sama anak ayam?? hehehe... tanya aja sama yang punya nama yach!! ^_^

Tapi koq bisa sama yach? Heran saiah!! Padahal, yang duluan aku temui adalah chick. Bukannya vick, karena si vick baru aku kenal sekitar satu bulan setelah itu. Tapi namanya koq bisa sama yach? Apakah si chick sehati dengan si vick, sehingga mereka sama-sama ku temukan di dunia maya ini dengan nama yang hampir sama, cuman beda c dan v saja? hehehe... Emangnya mereka sama-sama ayam? atau jangan-jangan, si chick adalah anak ayam dan si vick adalah engkongnya anak ayam itu? so, siapa emaknya??? *emaknya, yaaa.. si bick!!* HUAHAHAHAHAHA..... emang mereka serumpun dengan ayam?? HUAHAHAHA....

Iyach, saking sehatinya, mereka berdua sama-sama pergi ninggalin aku sendirian di dunia maya. *hooooyyyyy....!!! balik lagi donk! gw ketinggalan neh!! kalian kemana?*

Si chick, mantan my pet in my Fs, sejak sekitar 1 bulan lebih yang lalu, tiba-tiba ngilang aja dari profile Fs ku. Dan pada saat yang bersamaan, si vick juga ninggalin aku. Mereka berdua sama-sama KEJAM!!!!! Bahkan lebih kejam dari kejamban!! *apa hubungannya???* Tega bgt, mereka ninggalin aku sendirian di dunia maya.

hhhmmm... kalau tau begini, besok2 ini aku ga mau ketemu orang-orang atau barang-barang yang aneh lewat dunia maya lagi! Kalau mau nemu si chick, mau ketemu sm chick yang dari dunia fana/nyata ajah!!! Kalau mau nemu si vick, mau ketemu sm vick yang dari dunia fana/nyata jugah!!! Biar mereka ga ninggalin aku lagi tanpa pesan! Suebel saiah!!

hhhmmmm.. senangnya liat chemonk my new pet. Rencananya mau milih kucing, tapi berhubung pict kucingnya kurus, item, jelek lagi!! Akhirnya, ku putuskan untuk memilih chemonk si biri-biri putih yang berbulu tebal. Andai bulunya bisa diambil, mau aku jadiin selimut buat tidur di Bkt!! hehehehe...


Wslm.

Via


*Via mana?? Via pos? Via ATM? Via Simpang Haru??* Klu yg itu, dekat rumah saya!! *trs, Via mana?*
Yang jelas, bukan via yang mana-mana!! Yang ini, via yang lain dari pada yang lain. Alhamdulillah, jika sekarang Allah sudah mengabulkan salah satu doa ku, walau sebenarnya lumayan banyak. Hehehe... ^_^


Lengkapnya, Elda Sofia. Dalam Hp ku, dulu namanya fia 2, sekarang diganti menjadi fia aja. Ga ada embel-embelnya. Dan Allah, akhirnya mendengar doa ku. Doa ku sejak diri ku masih duduk di bangku SMP, atau bahkan mungkin sejak di bangku SD. *maaf! agak-agak lupa-lupa neh!*


Kenapa????


Karena, setelah begitu mengenalnya aku merasakan apa itu teman dan sahabat. Ternyata yang namanya sahabat dan teman itu tak selamanya bisa berjalan mulus seperti yang aku bayangkan selama ini. Bersama via, kini aku merasakan indahnya berteman dan bersahabat. Walaupun ada bumbu-bumbu yang terkadang membuatku sedikit jengkel padanya. Tapi, itulah yang namanya sahabat plus teman. Dibandingkan dengan aii, yang dengan mudahnya mengatakan KITA ADALAH SAHABAT, jujur aku lebih senang berteman dengan via. Aku lebih nyambung berteman dekat dengannya. Maklum, aku dan dia rada-rada sama-sama blo'on!! Rada-rada agak oon dikit, klu udah jalan bareng. Hehehe... ^_^

Tapi, itulah yang bikin aku betah temenan denganya, bahkan dekat. Bahkan, sejak menjadi alumni Fakultas Hukum Prog. NR Univ. Andalas Padang periode 2004-2008, aku dan dia sering jalan bareng, bahkan dalam keadaan puasa. Sekarang, aku dan via udah mulai agak terbuka. Aku udah mulai bisa bertanya-tanya tentang hal-hal yang bisa dibilang cukup lumayan vital dengannya, hingga pas pulang dari ngantar lamaran kerja ke Kejati tadi, kami udah bisa ketawa bareng, walaupun diatas angkot dan dengan cuaca yang lumayan panas. Hehehe... seru juga, panas-panas, lagi puasa, tenggorokan kering, malah ketawa-ketawa diatas angkot. ^_^


Perkenalan ku dengan via di mulai waktu kami sama-sama melaksanakan BAKTI di gedung seminar milik Fakultas Sastra di UNAND. Ketemu pertama kalinya, (rada-rada lupa nich!) klu ga salah pas selesai makan siang atau sesudah makan siang yach? *lupa saiah!* Pokoknya sekitar itu lah! Yang nyapa dia duluan adalah aku. Terus, lama kelamaan kami jadi akrab. Sampai-sampai pas sebelum OSPEK di kampus merah, kami janjian ke Pasar Raya untuk beli perlengkepan OSPEK sore itu juga. Kalau di ingat-ingat tentang kejadian itu, kami cuman ketawa aja. Hehehe... lucu!! ^_^ Susah di ungkapkan dengan kata-kata.


Pokoknya, kalau sudah bersama via, aku merasa senang. Apalagi, saat aku mulai bisa curhat sama dia. Maklum, kalau soal curhat, aku jarang ngobrol tentang itu sama dia. Ga enak aja, soalnya gimana yaaa.....???? yaaaaa... gt lah!! susah di jelaskan dengan kata-kata!! ^_^

Eh, pas dia ajak curhat tentang sesuatu, ternyata penjelasannya singkat dan padat! Merasuk bgt!! Beda, kalau aku curhat sama teman-teman ku yang lain, termasuk aii. Subhanallah, pokoknya semua curhatan ku di tanggapi dengan beberapa masukan yang islami. Pokoknya, seneng bisa curhat sama dia.


Kejadian terakhir aku dengannya, siang tadi. Pas pulang ngantar lamaran di Kejati tadi, aku ngajak dia beli pabukoan Es Buah di tempat orang Cina. Awalnya, dia kurang setuju. Katanya, nanti ga halal. Trs, aku yakinkan dia. Tapi pas tiba di tempat, Es Buahnya cuman tinggal satu bungkus. Jadi, via tidak bisa mencoba Es Buahnya, dia cuman beli Es Cincau. Aku cuman bilang ke dia, kapan-kapan aja kita kesini lagi. Dan akhirnya, yaaaa... begitulah..!!!


Terus, pas kedengar adzan sholat 'Ashar di pasar tadi. Via malah ngotot pengen sholat dulu, baru beli Es Buah. Namun, dengan aku meyakinkannya, akhirnya kita beli Es Buah dulu!! ^_^


hhhmmmm.... jadi kangen sama via. Secara, beberapa minggu ke depan kami tidak ketemu. Dia pulang ke kampungnya untuk lebaran disana, dan aku di Padang. Insya Allah, tanggal 9 nanti kami bisa ketemu pas ujian CPNS Kejaksaan. Amin.


Mungkin inilah doa ku yang di kabulkan Allah. Alhamdulillah, aku bertemu dengan seorang teman dan sahabat yang sehati dan sepikiran dengan ku. Walaupun diriku terkadang kesal dengannya, tidak apa-apalah. Aku merasa senang berteman dengannya, dari pada dengan aii, yang aku rasa, hanya memanfaat ku saja. Kalau dia lagi senang, aku ditinggal. Kalau dia lagi sedih atau kesusahan, aku yang di carinya! Suebel saiah!! Temen apaan tuch, kayak gt?? Benci saiah!!


Wslm.