Memang susah kalau ngomong, tapi buktinya ga ada. Apalagi kalau ceritanya tentang hantu. Ku ceritakan sama orang rumah, tak satupun ada yang percaya sama kata-kata ku. Padahal, itu memang nyata terjadi. Sayangnya, kejadian itu hanya menimpa aku. Jadi, mana ada yang percaya. No one believe me! *menyedihkan*
Karena ada panggilan tes kerja di Pekanbaru, Jum’at sore, aku ditemani papa dan kakak ku yang cowok, berangkat menuju Pekanbaru. Setiba disana pukul 12 malam lewat 5 menit. Entah kenapa, ternyata papa memesan dua kamar di wisma tempat biasa kami menginap kalau ke Pekanbaru, wisma 81. Mungkin karena dirumah aku tidur sendiri, jadi papa mengira tidak apa-apa kalau aku tidur sendiri juga di wisma ini. Tapi yang terjadi malah sebaliknya!
Awal masuk kamar no. 111, kamar ku, aku sudah merasakan hal-hal yang aneh. Selain bau kamar yang busuk, karena mungkin penginap sebelumnya adalah laki-laki, jadi bau kamar dipenuhi dengan bau asap rokok. Uh! Bau yang sangat aku benci. Perasaan ku juga tak enak. Tapi itu semua tidak ku pedulikan. Lagi pula, aku hanya satu malam ini disini. Besok pagi aku sudah cabut dari kamar bau ini.
Padahal, waktu kesini dulu, di pertengahan tahun 2006 lalu, wisma ini bisa dibilang bersih dan wangi. Mungkin karena sudah lama dipakai, jadi wisma ini sudah mulai bau dan alas tidurnya juga sudah tidak seputih dulu.
Jadi, setelah cuci muka, ambil wudhu dan sholat Isya, entah kenapa aku ingin berfoto-foto lewat kamera hp ku, seperti yang biasa aku lakukan saat di kamar tidur di rumah ku. Kalau masih belum mau tidur, aku suka berfoto-foto di kamar sebelum tidur. Tapi hasilnya, tidak ada apa-apa! Bahkan, hasilnya banyak yang bagus. *narsis!*^_^
Jepretan pertama, hasilnya tidak apa-apa. mungkin karena waktu berfoto, aku mengambil pose sedang duduk diatas tempat tidur. Karena hasilnya gelap, hasil jepretan foto yang pertama ku delete. Kemudian ku ambil posisi berdiri didepan cermin, dengan tujuan agar hasilnya lebih terang, karena bola lampu kamar itu memang tepat berada diatas kepala ku, walaupun cahaya lampunya tidak seterang di kamar sebelah, kamar kakak dan papa ku.
Dari sinilah terjadi keanehannya. Setelah hasil jepretan foto yang kedua ini ku lihat, ada bayangan aneh yang tepat berdiri di bagian kiri belakang ku. Hasil jepretanya memang terang, tapi yang dibagian kiri belakang lebih terang lagi. Ada cayaha putih bercampur hitam. Cahayanya samar-samar dan tidak begitu jelas terlihat. Seingat ku, cahaya samar-samar itu membentuk sesuatu, tapi tidak ada kepalanya. Pikiran ku sudah aneh, tak sampai satu menit foto itu langsung aku delete. Aku teringat cerita teman SMA ku waktu kelas 1 dulu. Dia anak sispala (siswa pencinta lingkungan) di sekolah ku. Suatu hari dia dan teman-teman sispala lainnya pergi mendaki gunung, kemudian ada salah satu temannya berfoto di bawah pohon besar digunung itu (hutan). Kata teman ku itu, dia berfotonya malam-malam saat mereka sedang beristiraha dan mendirikan kemah. Tak disangka, setelah foto dicuci, hasil fotonya tidak hanya dia sendiri, melainkan berdua. Yang satu lagi adalah foto seorang hantu perempuan, yang berdiri disampingnya. Seingat ku, dia juga membawa hasil foto itu ke sekolah, dalam bentuk fotocopy-an. Spontan, aku kaget melihat hasil fotonya. Mengerikan!
Namun, setelah ditanya bagaimana nasib temannya yang berfoto itu, katanya sampai sekarang dia masih sakit-sakitan. Aku juga tidak tahu jelas apa penyebabnya. Ada kabar lain mengatakan, kalau temannya itu sudah meninggal, setelah kejadian foto itu. Karena itulah, tanpa berpikir panjang, aku langsung menghapus foto ku itu.
Aku menghiraukan itu semua. Soalnya, waktu tahun 2006 lalu, saat itu aku tidur dengan uni di kamar lainnya, diwisma yang sama, wisma 81, tidak ada kejadian aneh. Bahkan, kadang-kadang uni ku terbangun tengah malam untuk pergi kamar kecil. Lagipula, foto cahaya misterius itu tidak begitu jelas terlihat. Jadi, aku menghiraukannya. Tapi entah kenapa, pas aku mau memejamkan mata, perasaan janggal itu datang lagi. Ku pergi ke kamar sebelah. Tujuannya, aku mau tidur bareng mereka saja. Mungkin agak aneh. Kalau saat itu umurku masih 10 tahun kebawah, tidak apa-apa aku tidur bersama mereka. Nah, ini? Sudah 22 tahun, masa masih mau tidur sama papa dan kakak cowok ku? *hehehe…*
Tapi niat untuk mengatakan itu, tidak kesampaian. Aku cuman bilang, kalau lampu dikamar ku itu gelap dan tidak seperti dikamar kakak ku. Lalu kakak ku pergi mengecek kamar ku. Dia membantah semua kata-kata ku. Kakak ku malah mengalihkan pembicaraan mengenai AC dikamar ku yang sejak awal aku masuk memang tidak dingin. Kemudian, kakak ku memanggil petugas wisma untuk menambah volume AC kamar, supaya lebih dingin dari yang sebelumnya. Setelah itu, aku disuruh tidur.
Namun mata ku tetap tak bisa tidur. Walaupun aku tidak bisa melihat si gosh dengan kasat mata, tapi sepertinya dia mengganggu ku dengan bunyi-bunyian yang aneh. Bukannya sombong atau apa, telinga ku ini memang lumayan sangat nyaring. Sejak kecil dulu, sepertinya telinga ku sudah ditakdirkan untuk bisa mendengar suara-suara/bunyi-bunyi yang aneh, walaupun mata ku tidak bisa melihat bentuk nyata dari suara-suara itu. Mungkin karena setiap sehabis sholat aku selalu berdoa agar Allah SWT tidak memperlihatkan makhluk-makhluknya yang aneh kepada ku.
Tapi malam itu, bunyi itu benar-benar sangat menganggu. Ada bunyi seperti kita menekan tombol pada remote AC dikamar itu. Anehnya, itu terjadi hanya dikamar ku saja yang ada bunyi itu. Bunyinya tidak sekali dua kali, tapi berkali-kali. Bahkan, makin lama makin keras. Karena merasa terganggu, aku kembali ke kamar sebelah. Baru selangkah aku keluar dari kamar ku, bunyi itu sudah hilang. Awalnya aku mengira, mungkin bunyi itu berasal dari kamar depan, yang orangnya sedang mengutak-atik remote AC, atau dari petugas wisma yang sedang menutup wismanya dan mematikan AC diruang lobby. Namun setelah ku lihat, tak ada orang dikamar depan itu, dan lampu lobby juga sudah dari tadi matikan oleh petugas wisma. Dan di meja recepcionist juga sudah tidak ada petugas, karena jam sudah menujukkan pukul setengah satu malam. Aku berpikir, ini pasti kerjaan si gosh yang sedang menakut-nakuti ku, karena dia tau kalau aku tahu bahwa si gosh ada didalam kamar ku itu.
Jujur, aku pun juga benar-benar sangat takut pada malam itu. Padahal, sudah hampir pukul 1 malam. Besok sebelum jam 8 pagi, aku sudah harus berada di tempat tes kerja, dan yang menyedihkannya, sampai saat itu aku juga masih belum bisa tidur. Pikiran ku bermacam-macam. Aku teringat cerita papa ku dulu. Katanya, dulu kota Pekanbaru ini tidak semaju sekarang ini. Di kota ini banyak rawa, di rawa itu banyak jin yang buang anak. Jadi, bisa saja cahaya/seseorang yang misterius yang tertangkap kamera di hp ku itu, adalah salah satu jin penghuni rawa yang kini telah dibangun menjadi sebuah wisma di tengah kota Pekanbaru.
Aku kembali ke kamar kakak ku. Kali ini, aku menerobos masuk ke kamar kakak ku. Aku bilang kalau aku tidur disini saja. Kakak ku yang cowok, aku suruh tidur dikamar ku. Dan dikamar ini, aku tidak lagi mendengar bunyi aneh itu. Paginya, papa ku kaget, karena ternyata bukan kakak ku yang berada disebelah papa, melainkan aku! Hehehe… Sempat kena marah, tapi aku cuek aja.
Paginya, aku disuruh untuk balik kekamar ku oleh kakak cowok ku. Tapi, walaupun sudah pagi, ternyata si gosh masih juga suka iseng pada ku. Kali ini kejadian aneh pada alrm di hp ku. Sebenarnya aku sudah bangun, tapi karena masih merasa ngantuk, alrm yang semula ku tetapkan pukul 05.33 WIB pagi, ku tmbahkan menjadi 5.40 WIB. Tak lama setelah itu, alrm pukul 05.40 pun berbunyi, tapi alrm tersebut ku matikan. Entah kenapa, satu menit setelah itu, alrm kembali berbunyi tepat pukul 05.41 WIB. Akupun heran. Kok bisa??? Padahal, waktu alrm berbunyi pukul 05.40 WIB td sudah ku matikan, knp satu menit setelah itu berbunyi lagi? Kalau pun aku menekan tombol Snooze pada hp ku, itu artinya 9 menit dari 05.40 WIB, barulah alrm bisa berbunyi. Tapi ini??????
Tak ambil pusing, berarti pagi ini si gosh masih suka iseng ngerjain saya. Entah si gosh itu laki-laki atau perempuan, aku tidak tahu. Tapi kok iseng bgt yach? Mungkin si gosh-nya laki-laki, makanya iseng sm aku. Soalnya, waktu kakak cowok ku tidur disana, si gosh tidak melakukan hal aneh dikamar itu. selain itu, cahaya misterius yang tertangkap kamera hp ku itu, seperti seseorang yang bertubuh besar, layaknya tubuh anak laki-laki.
Jahat amat si gosh. Saking keselnya, pagi itu volume tv ku hidupkan keras-keras. Terserah, kalau petugasnya mau marah. Bahkan sewaktu sholat Subuh pun, volume tv ku keraskan. Kemudian aku pergi mandi, karena dua jam lagi waktu tes dimulai.
Sewaktu istirahat siang, setelah selesai tes kerja pertama, aku menceritakan kejadian malam itu ke papa ku. Hasilnya, NIHIL! Papa tak percaya cerita ku. Ku sms uni ku, dia malah bilang, mungkin karena iman ku lemah. Makanya pikiran ku suka aneh-aneh. Ya! Aku sangat mengakui itu, di bandingkan dengan mama, papa dan uni ku, iman ku kalah dari mereka.
Tp cerita ini bukan karangan ku. Walaupun tak ada bukti, kn buktinya telah aku hapus, tp kejadin ini benar-benar nyata terjadi. Kejadian ini memang benar-benar terjadi pada ku. No one believe me? Terserahlah.
Tapi, waktu tadi siang adek ipar ku nanya soal itu, sepertinya dia yakin sama kejadian yang aku alami di wisma 81, kamar nomor 111. hehehe... untunglah, masih ada yg percaya! ^_^
Wslm.