Hari minggu tanggal 7 kemaren adalah hari yang kesekian kalinya aku di kira anak sekolah oleh seseorang. Lucu! Tampang amit-amit kayak dinamit begini, koq masih dibilang anak sekolah?
Minggu itu adalah hari tes kemampuan Bahasa Jepang yang bekerja sama antara Pemerintah Jepang dengan Univ. Bung Hatta Padang – Indonesia. Bisa dibilang, ujian ini layaknya tes TOEFL pada Bahasa Inggris. Kota Padang yang diguyur hujan sejak malam sebelum ujian dilaksanakan pada pagi harinya, membuat ku tak bersemangat untuk mengikuti ujian. Ditambah lagi, aku memang benar2 ga ada persiapan buat ujian. Makanya ga semangat. Mwales!!...
Akibatnya, baru mulai ujian, sindrom ngantuk ku datang lagi. Pantes aja aku dibilang anak yang aneh sama uni ku! Jarang-jarang ada orang yang ngantuk pas ujian sedang berlangsung. Sedangkan aku, malah pengen tidur ketika ujian sedang berlangsung. Ditambah lagi dengan cuaca dingin yang pastinya akan membawa ku ke alam mimpi yang bisa menghangatkan ku. *ce’ileeeee... bahasa nyee!!!... whuehehehe…*
Tepat jam 9, ujian dimulai. 25 menit setelah itu, ujian selesai dan kami disuruh keluar kelas oleh panitia untuk istirahat. Hal ini lebih aneh dari pada diri ku yang pagi sebelum berangkat dikatakan anak yang aneh oleh uni ku. Anehnya, hanya untuk menunggu ujian yang berikutnya, kita mesti disuruh istirahat selama 25 menit dan menunggu untuk ujian yang berikutnya. Padahal, waktu ujian dengan istirahat sama-sama 25 menit. Kenapa habis selesai ujian pertama ga langsung disambung dengan ujian yang kedua aja? Heran saiah!
Pas jam istirahat yang pertama ini, sebenarnya aku malas keluar kelas. Tapi rasanya ga enak, masa semua orang keluar kelas, cuman aku aja yang ga keluar, takutnya nanti aku ditanya sama panitia “kenapa dek?”
Eh, pas istirahat ke dua aku coba diam dikelas buat mau tidur, emg ditanya beneran kayak gt sm panitia. hehehe… mau jawab apa? masa aku mesti bilang, “saya ngantuk bngt Pak! dingin, pengen tidur!...”
Namun karena merasa ga enak, akhirnya jam istirahat yang kedua aku keluar juga. Untuk menghilangkan kantuk sambil menunggu untuk ujian yang ketiga, penyakit iseng ku bangkit dengan cara me-miscall uni mega. *hehehe…*
Pada saat aku sedang duduk sambil menunggu waktu ujian yang kedua, seorang cewek yang duduk disebelah ku, bertanya pada ku, “sekolah dimano?” Mendengar itu, aku sedikit tertawa dalam hati. Sebenarnya mau berkata jujur, tapi krn aku masih merasa ngantuk, aku jawab seadanya aja. “Udah tamat.” Jawab ku, singkat. Cewek yang badannya hampir sama dengan ku itu, cuman manggut2 aja.
Karena waktu ujian yang kedua segera dimulai, si cewek itu lebih dulu berlalu meninggalkan kursi dari pada aku. Seperginya, aku malah berkata dalam hati ku. “tampang amit-amit kayak dinamit gni, masih dikira anak sekolahan?? hehehe… ternyata wajah ku masih babyface juga yach!! hihihi…”
Entah aku mesti sedih atau senang, sejak dulu jarang ada yang mengira aku sudah anak kuliahan atau udh tamat kul. Pas lebaran kemaren aja, teman papa ku mengira bahwa aku masih anak sekolahan. Padahal sejak awal juli lalu, aku sudah resmi menyandang gelar SH (Sarjana Hukum) dari alumni Fakultas Hukum Univ. Andalas Prog. Non Reguler. Pernyataan itu langsung diluruskan oleh Papa ku, dan aku cuman bs tertawa mendengarnya. Sekitar beberapa tahun yang lalu, sepupu dari kakak ipar ku, juga menganggap bahwa aku masih anak SMA, dengan menanyakan, aku SMA kelas berapa? Padahal, saat itu aku sudah kuliah dan sudah memasuki tahun 3.
Hehehe… ternyata walaupun wajah amit-amit kayak dinamit alias bnyk-nya bekas jerawat yang tewas dipermukaan kulit wajah ku, aku masih dikira anak sekolah oleh orang2 diluar sana (khususnya yang baru mengenal/melihat ku secara langsung), walaupun ada juga sebagian kecil orang-orang yang menganggap ku sudah ibuk-ibuk, bahkan ada yang sempat memanggil ku “ibuk” Uh! Sedihnya!! Serasa diri sudah tua amat!! *hehehe…*
Wslm.
