Dua Kebahagiaan

Semua manusia pasti merindukan kebahagiaan. Apapun yang dilakukan manusia pasti berujung pada mencapai kebahagiaan. Bahkan dalam doa-doanya setiap saat ingin mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Beragam orang dalam menerjemahkan kebahagiaan, ada yang menggambarkan kebahagiaan dalam bentuk materi, memiliki rumah yang besar dan luas, kendaraan yang mewah, pakaian yang mahal, harta yang berlimpah. Sedih dan kecewa ketika barang-barang tersebut tidak didapatkannya.

Ada yang menggambarkannya dengan segala sesuatu yang dapat memuaskan batinnya, seperti ketika mendapatkan pujian, penghargaan dan sedih, kecewa dan sakit hati ketika tidak mendapatkan pujian dan penghargaan atas yang telah dilakukannya. Dan berbagai macam orang yang mencoba menerjemahkannya.

Bagi orang yang berpuasa, kebahagiaan memiliki makna tersendiri, Rasulullah SAW bersabda : "Dan bagi yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan, yang pertama kebahagiaan ketika berbuka puasa dan kedua kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya." (Muttafaq'alaih).

- Ketika Berbuka Puasa.
Nikmatnya makan adalah ketika perut dalam keadaan lapar dan nikmatnya minum ketika rasa haus dahaga membuat kering tenggorokan, alangkah bahagianya mereka yang makan dan minum setelah mereka dalam keadaan lapar dan haus. Bahkan bagi yang berpuasa, mereka diperintahkan untuk menyegerakan waktu berbuka dan dilarang untuk menunda waktu berbuka, apalagi berpuasa tanpa berbuka.

Sungguh Allah SWT Maha Penyayang terhadap hamba-Nya, tidak ada satupun syariat yang diturunkan kecuali untuk kemasalahatan manusia. Di dalam ibadah Shaum dan puasa, Allah melarang umat Islam untuk makan, minum, dan menahan nafsu. Dan atas kasih sayang dari Allah SWT, bagi yang berpuasa diperintahkan untuk menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur.

- Berjumpa dengan Allah.

Kebahagiaan kedua bagi yang berpuasa adalah berjumpa dengan Allah SWT. "...wajah-wajah orang mukmin pada hari itu berseri-seri. Memandang Tuhannya." (76:22-23). Ibnu Rajab berkata : "Bagi orang yang berpuasa, maka ia akan mendapat balasan yang besar atas puasanya dengan berjumpa dengan Allah SWT." "...kebahagiaan apa saja yang kami perbuat untuk diri mu, niscaya kamu memperoleh (balasannya) disisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan paling besar pahalanya...." (74:20).

Maka, beruntunglah bagi siapa saja yang berpuasa karena mengharapkan keridhoan-Nya dan rugilah bagi siapa saja yang kehilangan kesempatan emasnya.


Wslm.