Fenomena bercelana ketat

Sepertinya, fenomena bercelana ketat yg ketatnya tak tanggung-tanggung, dari bawah pusar hingga ke mata kaki, semakin hari semakin banyak saja orang yg memakainya. Pemakainya tidak hanya kebanyakan di kalangan wanita, tapi para lelaki pun sepertinya juga ikut berlomba-lomba memakai celana ketat, mengalahkan para wanita.

Pada waktu sedang duduk-duduk santai tadi sore, dan berhubung rumah ku juga tepat di tepi jalan raya, kalau sudah sore begitu, ada-ada saja yang dilihat dan di komentari. Dasar ini, mata!

Apalagi kalau bukan yg sesuai dengan judul postingan ku kali ini. Waktu aku tanya ke Mama: “Ma, gmn klu aku jg pakai celana kyk gt? Boleh ga?” Awalnya, Mama membolehkan ku, asal pede (alias percaya diri ajah!). Tapi beliau kembali menyanggah, saat aku menceritakan adek sepupu ku yg saat masih kuliah, yg aku lihat juga suka memakai celana jeans ketat hingga ke mata kaki itu. Si Mama nyuruh aku, supaya aku ga usah pakai celana ketat seperti kebanyakan yg di pakai oleh para kaum hawa di zaman sekarang. Cukuplah aku yg seperti ini saja. Menjadi seorang muslim yg benar-benar muslimah. (hehehe,,, thnx Mom! ^_^)

Kemudian, datg lagi komentar dari uni ku. Dia malah ketawa ketika aku menyatakan jg ingin beli celana jeans ketat seperti itu dan memakainya di publik. Uni ku malah ngeledek ku. *seperti biasa!* (hu’uh!)

Dia malah bilang, klu aku pakai celana jeans ketat yg kebanyakan dipakai perempuan saat ini, aku kelihatan berbanding terbalik dengan Aura Kasih. *apa hubungannya?*

Kalau di iklannya, Aura Kasih keliatan sexi dan mengguncang bagian dadanya ketika dia berjalan (seperti yg terlihat di iklan). Nah, klu aku! Bukan bagian dada ku yg keliatan mengguncang saat berjalan, melainkan bagian tengah tubuh ku! *apaan tuch?* hahahaha… cb sj telaah sendiri!! Hahaha...

Tapi kalau ditanya, secara pribadi aku memang sangat tidak menyukai para kaum hawa yg memakai celana jeans, yg ketatnya hingga mata kaki. Apalagi klu yg memakainya itu adalah wanita muslim. Tak tanggung-tanggung, bukan hanya celananya saja yg ketat, melainkan bajunya juga ketat. Padahal, si hawa tersebut berjilbab. Bagi ku, dia sama saja dengan bertelanjang. Berpakaian, tapi masih memperlihatkan lekuk tubuh, ditambah lagi, bagian depan jilbab yg pendek. Atau, kalau bagian depan jilbabnya panjang, malah di masukan ke dalam baju atau di ikatkan ke belakang. Wallahu’alam.

Kalau sudah begini, sebanyak apapun wanita didunia ini yg memakai jilbab, tapi kalau pakaian yg dikenakan Subhanallah ketatnya, dari atas kepala hingga mata kaki, sehingga memperlihatkan lekuk tubuh (bagian dalamnya), itu sama aja dengan boongan! Mending, t jilbab di lepas dan ga usah di pakai!

Tapi syukurlah, dl waktu masih kuliah, tak sengaja aku membaca salah satu tulisan ttg semua tingkah dan perilaku teman-teman sekelas, dari bindernya. Ternyata, diam-diam t anak perhatian juga yach, sm teman2 sekelas! Apa saja ciri khas setiap teman yg ada di kelas (khususnya yg cewek), di tulisnya dlm bindernya itu. Nah, aku sempat baca yg ttg aku. Disana, dia tulis kalau aku cewek yg kurang/ga terlalu banyak ngomong, kalau ngomong, seadanya aja. Trs cara berpakaian ku, aku t sukanya baju yg longgar, bukan baju yg nge-pas/nge-press bentuk tubuh. Bagiku, biarlah mengeluarkan kocek yg berlebih utk mmbeli celana jeans yg ga ketat (kyk celana jeans cowok), dr pada pakai celana jeans yg super ketat, yg sprti kebanyakan di pakai banyak org saat ini. It's my prinsip!

Yups! Bener bgt t anak. Hebat! Ternyata dia bs tau soal aku. Berarti, sejak awal mulai kuliah, atau sejak aku mulai berteman dengannya, berarti dia udh perhatian sm aku! *huhuhu… cenengnya, di perhatiin!!*

Itulah segelintir pendapat dari ku tentang fenomena berpakaian celana ketat, yg tidak hanya sudah menjadi trend berbusana di kalangan muda, bahkan jg yg tua di Indonesia, tapi jg di dunia! *hayaaaahhh.. kyk reporter portal sumbar ajah!* hehehe… kan emg mantan dr sana!!


Wslm.