Jalan-jalan Ke Padang Sidempuan

Setelah 3 hari jalan-jalan ke Padang Sidempuan, akhirnya sekarang bisa ngeblog lagee!!! (^_^). Aku mau cerita tentang jalan-jalan ku ke Padang Sidempuan, Ibukota Kabupaten Tapanuli Selatan - Sumatera Utara. *ich! narsis jg yach!* hwehehehe... sesekali, gpplah!! still in privat blog! ^^

Perjalanan ke P. Sidempuan kali ini, sebenarnya bukan untuk jjs alias jalan-jalan santai. Melainkan untuk menghadiri baralek/kondangan anak dari kakak papa ku. Karena kegiatan ku sekarang masih banyak libur, jadi aku ikut kesana. Menyenangkan juga melihat-lihat nagari orang. Selain itu, juga bisa mengenal adat dan budaya mereka. Yang paling menyenangkan itu adalah saat melihat dan mendengar orang asli sana berbicara dengan bahasa daerahnya. Lucu juga. Pas mereka ngomong dan lihat ke arah ku pakai bahasa mereka, aku-nya cuman bisa senyum-senyum aja. Soalnya, ga ngerti sm omongan mereka! ^_^

Sabtu siang kemaren, aku, om, tante dan kedua ortu ku berangkat dari Padang menuju Padang Sidempuan, ba'da Dzuhur. Rencananya, mau berangkat pagi. Tapi berhubung karena paginya aku ada tes tertulis disalah satu perusahaan di kota ku, akhirnya kami berangkat siang hari. Sekitar jam setengah satu malam, kami sudah disambut oleh keluarga papa ku yang disana. Setiba disana, ngomong-ngomong sebentar, sholat Isya, habs itu tidur! ^^

Sebenarnya ga ada cerita menarik dari perjalanan ini. Selain tujuan jalan-jalan ke P. Sidempuan kali ini bukan untuk jalan, tapi karena ini adalah kali pertamanya aku berkunjung ke rumah tante ku yang satu ini. Selama diperjalanan kami melewati tugu dan monumen garis equator (garis khatulistiwa) di kota Bonjol. Seperti yg ku bilang tadi, ini juga adalah pertama kalinya aku melihat dan melintasi tugu garis khatulistiwa. Tapi sayang bgt, aku ga bisa ambil potonya. Soalnya, kami cuman lewat, ga berhenti. Jadi ga bisa ambil potonya! T_T

Habis sholat maghrib dijalan, perjalanan dilanjutkan menuju daerah rimbo panti. Dengar2 cerita dari papa ku, katanya dulu ada kisah nyata berjudul "Tersapa di Rimbo Panti". Singkat cerita, pada masa PRRI dulu ada seorang yang kabur dari tahanan (aku juga ga ingat namanya). Orang itu kabur ke daerah rimbo panti. Dulu, rimbo panti terkenal dengan hutannya yang sangat kelam dan lebat. Saking lebat dan kelamnya, kita pun tidak bisa melihat langit disiang hari. Jadi tidak tahu apakah waktu itu hari siang atau malam. Jadi ceritanya, orang tersebut tersesat dan tersapa dirimbo panti. Sudah dicari-cari oleh orang, tetap saja orang itu tidak ditemukan. Aku juga tidak tahu berapa lama dia tersesat disana. Namun papa ku bilang, saat dia tersesat didalam hutan itu, dia serasa masuk istana. Intinya, dia curi oleh orang bunian (sejenis makhluk halus yang hidup di dalam hutan). Akhirnya, orang tersebut berhasil juga ditemukan oleh penduduk sekitar. Namun sayangnya, orang tersebut sudah hilang ingatan. Begitu ceritanya! ^^

Disepanjang perjalanan di daerah rimbo panti, aku yang sore harinya sempat pusing dan muntah karena jalannya yang berkelok-kelok, mata ku kembali terbuka melihat hutan disepanjang daerah itu. Dibagian kiri kanan jalan, yang terlihat hanya hutan lebat yang akarnya menjuntai-juntai kebawah, mirip pohon beringin. Ditambah lagi waktu itu malam, aku jadi teringat cerita tetangga ku yang sekitar setahun yang lalu ada salah satu penumpangnya yang bertingkah aneh didalam mobil, saat perjalanannya ke Medan. Tapi sekarang, daerah rimbo panti sudah terang. Disepanjang jalan yang panjangnya kurang lebih 5Km, sudah diterangi dengan cahaya lampu dipinggir jalannya.

Habis lewat dari sana, aku kembali pusing. Sepertinya aku terkena mabuk darat lagi. Karena takut kejadia muntah tadi siang datang lagi, aku kembali tidur. Menuju Ibukota Kabupaten Mandailing, Panyabungan, mata ku tidak bisa tidur. Disepanjang jalan, aku melihat rumah-rumah kecil seperti pondok. Ternyata itu adalah tempat pemondokan pesantren. Banyak anak-anak pesantren disana. Mulai dari yang putra sampai yang putri. Anak-anak pesantren sana memakai sorban dikepalanya. Jadi papa ku menyebutnya sebagai haji kecil. Karena anak2 pesantren yang putranya, disepanjang jalan itu banyak yang pakai sorban waktu keluar dari pondok/rumah mereka. Karena waktu itu sudah gelap, jadi aku tidak bisa melihat mereka dengan jelas. Pas mau pulang, akhirnya aku bisa melihat bentuk2 pemondokkan dan anak-anak pesantren itu. ^^

Sekitar jam setengah sebelas, aku masuk angin. Itu karena om ku yang perokok, tidak menutup kaca jendela. Jadinya, aku yang jadi korban! ;(
Setiba dipasar di kota Panyabungan, kami minum bandrek. Aku kira bandrek itu sama dengan skotang yang seperti dijual di Pasar Raya Padang. Tenyata tidak, bandrek itu cuman susu ditambah dengan air jahe, dan tidak ada isinya seperti kacang tanah, kacang hijau, atau roti tawar yang dipotong kecil2. Selain itu aku juga minta mie rebus. Namun Ya Allah, mie rebus-nya super bgt pedasnya! Jadi, aku makan mie-nya sama papa ku.

bandrek

Keesokan paginya, setelah sholat Subuh, aku jalan-jalan disekitar rumah tante ku itu, sambil bawa kamera. Terserah mau foto apa. Apa yang menarik menurut ku, aku foto. Inilah salah satu yang menarik:

vespa motor

Ini adalah sejenis kendaraan transportasi di Padang Sidempuan. Oya, ternyata di Kab. Tapanuli Selatan ini, mayoritas penduduknya adalah Islam. Jadi, disepanjang perjalanan, aku jarang menemukan gereja, seperti yang aku bayangkan sebelumnya, bahwa kalau sudah masuk provinsi Sumatera Utara, pasti banyak dijumpai gereja. Ternyata didaerah ini tidak juga! Hanya satu atau tiga gereja saja yang aku lihat saat sebelum masuk ke Kota Padang Sidempuan.

Dari sekian banyak tempat baralek/kondangan yang aku hadiri bersama orang tua ku, menurut ku baralek kali ini adalah baralek yang sangat sederhana sekali. Tidak banyak berkomentar, justru inilah baralek yang paling aku kagumi. Baralek yang sangat sederhana sekali. Menariknya, mungkin kini karena kebudayaan mereka, jam setengah 8 pagi, mempelai pria sudah datang ke rumah mempelai wanita. Padahal jadwal menikahnya adalah jam 10 pagi. *wuihhh...!! bener2 on time yach!! beda kyk d Padang!* hu'uh! ^^

Selain itu, disinilah untuk yang pertama kalinya aku melihat mempelai pria turun tangan untuk mengangkat piring yang sudah selesai makan bersama, dan meletakkannya ke belakangan (ke dapur). Kalau dalam bahasa minangnya, dinamakan 'manatiang piriang'. Pokoknya, beda bgt sm yang di Padang, dimana kedua mempelai ibarat menjad raja dan ratu selama satu hari. Pernikahan dan baralek yang sangat sedehana sekali. Aku doakan semoga menjadi keluarga sakinah mawaddah dan warrahmah, serta kekal abadi pernikahan mereka sampai nanti, bahkan hingga ke akhirat nanti. *Amin...!!* ^_^

Minggu siang, kami sudah berangkat menuju Bukittinggi, karena ke esokan harinya tante ku sudah harus mengajar lagi. Selain itu, kami juga tidak sempat keliling2 kota P. Sidempuan. Hanya foto ini yang ku ambil dari mesjid tempat kami sholat Dzuhur.

kota Padang Sidempuan

Habis dari sini, kami pun berangkat menuju Bukittinggi. Makanya, ku bilang perjalanan in kurang menarik. Selain uni ku ga ikut, jjs kali ini ga sampai ke Medan. Soalnya, aku belum pernah ke Medan. Berencana mau ke sana, tapi kapannya, aku ga tau! ;(

Diperjalanan menuju Bkt, di tengah hutan (bukan hutan rimbo panti), ban mobil kami pecah. Terpaksa papa dan om ku mengganti ban mobil disana. Tempatnya cukup mengerikan. Yang ku lihat, kiri kanan-nya hanya hutan lebat. Dan satu dua mobil dan motor lewat. Aku takut keluar, dari jendela aku melihat kunang-kunang. Melihat itu, timbul ingatan ku tentang cerita nenek ku. Beliau pernah bilang, katanya kalau kunang-kunang itu adalah kuku orang mati. Tentu saja, aku tambah cemas. Sudah hari gelap, ban mobil pecah, itupun ditengah hutan. Satu dua mobil, ku coba untuk berhenti, tapi ga ada satupun yang berhenti. Untunglah, setengah jam setelah itu ban mobil siap dipasang dan perjalanan pun kami lanjutkan. Selama diatas mobil, aku hanya bisa berdoa kecil2 dan berdzikir. Karena itu yang dikatakan oleh uni ku, saat aku sms dia malam itu.

Dan Alhamdulillah, sekitar jam setengah 11 kami sudah tiba di Bkt. Istirahat semalam disana, dan keesokan paginya kami kembali menuju Padang. Sekitar pukul1 siang, kami tiba di Padang. Turunin barang dari mobil, sholat Dzuhur, habis itu aku pun tertidur. ^_^


Wslm.