Lady Biker

Inilah akhir tahun yang paling mengesankan sepanjang 21 tahun hidup ku. Ada banyak cerita yang akan ku bahas diblog privat ku ini. Mulai dari hari akhir di tahun 2008, hingga permulaan hari ditahun 2009.

Ok dech, ku bahas satu-satu yach! v(^_^)v

Pagi tanggal 31 Des 2008, kami sekeluarga berangkat menuju Bukittinggi. Tujuannya bukan untuk merayakan tahun baruan, emang dari dulu-dulunya keluarga kami tak pernah meng-istimewakan hari pergantian tahun tersebut. Karena dalam Islam, pergantian tahun masehi tidak ada perayaan istimewanya layaknya yang dilakukan oleh kaum-kaum non muslim dalam pergatian tahun masehi. Lagipula, dari rumah, tujuan ku kesana tidak lain adalah supaya bisa tidur pulas (karena udaranya yang jg mendukung) dan yang paling kusukai adalah: bermain sepeda! Coz i’m a lady biker. (itu versi ku! hehehe...)

Dijalanan menuju Bkt, aku sempat nangis alias ngambek. Soalnya kamera digital yang aku pinjam sm kakak ku, yang udah aku persiapkan pada malam harinya, tanpa sengaja, besok pagi pas mau ngunci tas ransel ku, kameranya malah tinggal. Huuu…!! Cedih dech, ga bisa poto-poto. (bukan mem-poto diri ku, tapi mau poto alam)

Setiba disana, tanpa menurunkan barang-barang diatas mobil, aku langsung menyambar sepeda ku. Tambah angin sedikit ke tempat tambal ban, kemudian langsung keliling kampung. Hahaha... nikmat! Tapi pas ditanjakan aku terpaksa ngajak sepeda ku jalan bareng. Soalnya, ga kuat kalau naik sepeda pas ditanjakan. Berat!

Rata-rata, hampir semua kampung/jorong yang ada dekat perumnas Kubang Putiah, tempat aku tinggal, aku jelalajahi dengan sepeda federal milik kakak ku dulu. Padahal waktu itu jam 11 siang. Tapi karena diriku emg hobi bgt bersepeda, panas dikit, tak apa-apalah. Lagian itu kan di Bkt, jadi ga kerasa panasnya. Biarpun hari panas, tetap masih terasa dingin. Apalagi perumahan ku letaknya di kaki gunung Merapi. ^_^

Pas dijalan, aku sempat diteriaki sm anak-anak sana. Masa sepeda ku dibilang barang second? Mungkin karena sepedanya belum dicuci kali ya, jadinya keliatan kumal, trs di kira barang second! Hehehe... tapi emg second kan? sepedanya kan turunan dari kakak ku dl! ^_^

Habis itu, pas aku jalan bareng sm sepeda ku, ada bapak-bapak yang bilang, sepeda itu dinaiki, bukan diajakn jalan bareng!

Huh! Dasar si bapak! Jalanannya kan lagi nanjak, jadi terasa berat kalau sepedanya dinaiki.

Emg udh sifat ku dari dulu, kalau dibilang kyk gt sm org yg ga ku kenal, atau digangguin sm preman iseng tak tau diri, aku lebih memilih untuk diam sambil nunduk. Ibaratnya, biarlah anjing menggonggong, namun kafilah tetap berlalu. (kyk gt yach? ^_^)

Pas mau balik kerumah, karena udah hmpir setengah jam lebih aku bersepeda-sepeda ria keliling kampung, tiba-tiba aja ada perasaan aneh dalam diri ku. Kesimpulannya, aku seperti punya indera ke enam alias six sense. Aku tersungkur dan terjatuh dari sepeda, pas sepeda ku melaju kencang dijalanan menurun. Karena yang aktif cuman rem depan, tanpa sengaja rem depannya ku pegang erat-erat hingga sepeda ku berhenti mendadak dan aku pun tersungkur jatuh. Bahasa minangnya, "jatuah kudo". *wuih!! keren namanya!!*

Sebenarnya perasaan mau jatuh ini sudah terlintas di benak ku, sekitar 10 menit sebelum aku jatuh. Ada perasaan yang mengatakan bahwa aku akan jatuh. Ngomong2 soal ini, sebelumnya aku juga punya perasaan bahwa aku ga bakalan ketemu sm si kecebong lagi setelah pertemuan ku dengannya, saat dia ke Bkt skitar bulan Maret dl. Dan itu terbukti! Waktu SMA dl, aku jg pernah punya insting bahwa anak kucing itu akan mati. Dan ternyata beberapa menit setelah insting ku itu, kucing itu memang mati ditabrak. Namun anehnya, aku tahu hal jelek itu akan terjadi, tapi aku tak tahu tepatnya kapan. Misalnya kyk mau jatuh dari sepeda tadi. Aku tahu aku akan jatuh dari sepeda, tapi aku tak tahu tepatnya dimana dan jam berapa aku akan jatuh. Sama pula halnya dengan si kecebong. Aku tahu, aku tak akan pernah lagi bertemu dengannya dan tak akan pernah berhubungan lagi dengannya (alias putus komunikasi), tapi aku tak tahu kapan waktunya.

Inilah hasil dari jatuah kudo yang menimpa ku dihari akhir di tahun 2008 kemaren:




Hehehe… keren kan!! ^_^

Oleh karena itu, ceritanya ku sambung aja yach! (^_^) Lagian, aku juga ga terlalu bangga dengan six sense yang aku punya dalam diri ku. Aku menghiraukannya!

Setelah jatuh tersungkur, cepat-cepat aku langsung berdiri. Dan untung saja, pas aku jatuh ga ada yang lihat. Cuman waktu jatuh ada mobil panther yang lewat. Mungkin hanya sopir dan orang-orang yang ada dalam mobil itu saja yang tahu bahwa ada cewek bongsor yang jatuah kudo dari sepeda. Hueh! Peristiwa yang memalukan bgt!

Seingat ku, terakhir jatuh dari sepeda, waktu aku kelas 2 SMA dl. Ga ada yg mentertawakan, cuman ada anak kecil yang baru berumur sekitar 4 th, yang teriak bilang ke mamanya, ada orang jatuh di depan rumahnya. Sampai sekarang, bekas jatuh itu masih tertempel manis di lutut kiri ku. *kok bekasnya ga mau ilang-ilang yach?* ga tau!

Pas mau berdiri saat aku jatuh dari sepeda, aku malah ketawa. Tujuannya, biar manusia2 yang ada dimobil panther itu ga cemas dengan keadaan ku. Diperjalanan menuju rumah setelah aku jatuh, aku cuman bisa tersenyum dan tertawa kecil dengan sikap jatuh ku yang bisa dibilang, jatuhnya keren. Jatuah kudo! Sayangnya, aku ga bisa ambil gambarnya! (^_^) *gmn mau ambil gambarnya? yg mau ambil gmbarnya aja udah jatoh!* hehehe… iya jg yach! ^_^

Setiba dirumah, aku malah ditertawakan sm org rumah. Aku juga ikutan tertawa, tapi air mata ku koq keluar jg yach? *aneh!* hu’uh!

Dasar lady biker keras kepala plus nakal, sekitar jam 2 siang berikutnya aku kembali lagi bersepeda keliling kampung/jorong. Kali ini ke jorong bagian atas dari perumahan Kubang Putiah. Padahal, luka yang ada didua lutut ku masih terasa sakit. Ditambah lagi luka yang ada didua telapak tangan ku yang tergores ke aspal gara-gara jatuh dari sepeda tadi. Tapi itu semua tak mengapa bagi ku. Karena diri ku emg hobi bgt bersepeda ria. Apalagi yang dijelajahi itu adalah kampung-kampung/jorong sambil melihat pemandangan alam yg indah. ^_^

Subhanallah. Tempat yang satu ini keren bgt. Pemandangannya, Subhanallah indahnya. Sayangnya aku ga bawa kamera. Kalau ada kamera, pasti bakalan ku poto.

Rencananya, mau terus ke atas. Tapi aku bener-bener udah ga kuat. Jalannya yang menanjak membuat ku ga kuat buat narik sepeda ku ke atas. Ditambah lagi dua telapak tangan ku yang masih cedera.

Dan yang paling seru adalah, pas mau turun. Karena jalanannya menurun, jadi cepat sampai ke bawah. Karena rem sepeda ku masih belum diperbaiki. Jadi aku mesti hati-hati turun dari tanjakan. Karena jalanan yang satu ini, belum dijamah aspal. Masih terdiri dari bebatuan dan kerikil-kerikil tajam.

Rencananya, minggu besok kalau ke Bkt lagi, aku mau jelajahi jorong yang paling atas sambil bawa kamera. ^_^

Malamnya, aku terkapar. Mungkin karena sudah lama tidak bersepeda, badan ku sakit-sakit semua, ditambah lagi dengan bekas biru-biru yang ada di tubuh ku. Tapi itu semua tak mengapa bagi ku. Karena siangnya aku sangat senang bisa melihat pemandangan yang indah dan bersepeda ria, hingga sejenak aku dapat melupakan segala permasalahan ku.

Karena memang tidak bertujuan untuk merayakan pergantian tahun, belum tepat jam 10, aku sudah tertidur. Aku tidak tau lagi apa yang sedang terjadi diluar sana. Karena aku memang tidak pernah menghiraukan yang namanya pergantian tahun baru. Lagipula saat aku kesana, entah kenapa Jam Gadang dan kota Bkt di tutup untuk umum. Jam Gadang ditutup dengan bendera Jerman yang sangat besar (“marawa” dlm bhs minangnya). Bagi ku, itu semua tak apa, krn sleep is the best more than everythink! ^_^ Bkt di tutup untuk umum. Jadi tidak ada acara perayaan malam pergantian tahun di kota itu.

Jam 6 pagi tanggal 1 Jan 2009, aku sudah bangun. Ini kali pertamanya selama nginap di Bkt, aku bangun jam 6, kecuali untuk sholat subuh, bangunnya jam 5 lewt seperempat. Habis itu tidur lagi. Rencana ku di pagi hari awal tahun ini adalah bersepeda dari perumahan Kubang Putiah menuju kota Bkt. Hahahahahaha… *knp ketawa?*

Aku gilak yach? Ya iyalah aku ketawa, mama ku saja tak menyangka aku bakalan bersepeda sejauh itu. Bukan ari namanya, kalau tidak melakukan hal-hal aneh dan gila yang ada dalam otaknya. Tapi, pas hampir setengah jalan menuju kota, ada yang heran di kaki ku. Aku baru sadar kalau ternyata sandal jepit yang ku pakai beda warna! Yang kiri warnanya merah, yang kanan warnanya orange! *hihihihihi...* (silahkan tertawa) Tapi untung saja ga ada tahu. Jadi aku ga diketawain pas dijalanan. (^_^)

Awalnya, aku bilang ke mama bahwa sebelum jam setengah 8 aku bakalan pulang. Tapi gmn mau pulang, jam segitu aku baru tiba di kota. Karena jalannya menurun, perjalanan dari Kubang Putiah yang ku mulai pukul setengah 7 lewat dikit, jadi bisa nyampe di kota Bkt dalam waktu 40 menit. Sebenarnya bisa 30 menit, tapi karena aku tersesat dikampung2 org, jadinya telat 10 menit menuju kota. Setiba disana, aku melaju ke pasar bawah. Sebelumnya aku keliling2 dl ke kampuang tangah sawah sambil liat2 yg mana rumah si kecebong. Dan sepertinya aku menemukannya. Tapi aku masih ragu, apakah rumah yg ada mobil ber-plat B itukah? atau tidak?

Rencananya, aku mau menyelidiki lagi. Tapi belum tahu kapan pastinya. Mungkin tunggu memar-memar di badan ku sembuh dl.

Pikiran ku, setiba di kota aku bakalan ketemu kumpulan orang-orang yang bersepeda pagi di Bkt. Eh, ternyata ga! Ga ada yang bersepeda pagi. Yang banyak cuman pejalan kaki. Entah mungkin karena aku yang kesiangan baru nyampe di kota, entah gmn, aku juga ga tau! Rencananya, mau ikut jalan bareng sama mereka juga. Tapi kenyataannya malah beda dengan yang dipikiran ku.

Aku ngajak jalan bareng sepeda ku lagi, pas ditanjakan menuju pasar atas lewat Kebun Binatang. Pas dijalanan yg datar, aku kembali melacak sepeda ku, hingga turun dijalanan yang menurun dekat Jam Gadang. Disana aku melihat Jam Gadang yang ditutup dengan bendera Jerman yang sangat besar. Sayang lagi, aku tidak mem-poto Jam Gadang yang di tutup itu. huh! ;(

Sepeda ku melaju lagi dan berkelok pas dilapangan kantin. Kemudian belok kekanan, dan berjalan pelan dekat perumahan Birugo. Soalnya, pas balik k Kubang Putiah, jalan yang dilalui bnyk tanjakan. Mau tidak mau, aku terpaksa ngajak jalan bareng sepeda ku lagi. Capek!

Kemudian disalah satu jalan yang ada dikampung, ada jalanan yg kayak gn:


Wuihhh!!!... jalanan yg satu ini keren bgt! Pas lagi selunjur, kereennn!! Ga bisa diungkapkan dengan kata-kata. Mending, dicoba aja lgsg! ^_^ aku aja, nyobanya sampai 2 kali, itupun masih pengen lagi. Yang paling seru ntu, waktu seluncur dijalanan yang menurun, pengen teriak, tapi malu! Ntar diliat bnyk orang. Lagipula, waktu itu hari udah mulai siang dan jalanan udah mulai rame. ^_^

Karena hal gila ku takut dilihat orang, mending kapan-kapan aja ku ulangi seluncur tsb. Soalnya waktu sudah menunjukkan pukul setengah 9, mending aku pulang aja. Lagipula, aku ga bilang ke mama kalau aku pergi bersepedanya ke kota.

Dan yang menyedihkannya adalah perjalanan menuju pulang ke Kubang Putiah. Mau tidak mau aku terpaksa ngajak jalan bareng sepeda ku. Soalnya jalannya banyak tanjakan dan aku juga udah ga sanggup buat melacak sepeda ku. Tiba-tiba saja seluruh badan ku sakit-sakit. Mungkin karena luka waktu jatuh kemaren yang belum sembuh.

Sesekali pas tiba dijalan yang datar aku sempatkan untuk mengayuh sepeda ku, tapi lebih banyak diajak jalan bareng.

Setiba dirumah, ku ceritakan semua pengalaman ku pagi itu ke orang rumah. Spontan mereka terkejut. Aku bersepeda hingga ke kota Bkt? Hehehe… diri ku emang lady biker yg keras kepala dan pantang menyerah kan?

Pokoknya, aku senang bgt dgn perjalanan bersepeda ku ke Bkt waktu itu. Aku bisa mengatakan bahwa diri ku tidak sama dengan perempuan-perempuan lainnya, yang bisanya cuman sibuk mikirin soal cowok, pacaran, nangis/ngambek berhari-hari bahkan berbulan 2 atau bertahun2 gara-gara diputusin sm cowoknya, hobi bamantiak-mantiak ria alias poto-poto diri, atau cuman berdiam diri sambil duduk-duduk manis dirumah tanpa melakukan sesuatu. Itu semua membuat ku muak. Maka dari itu, aku ingin membuat perubahan, bahwa aku berbeda dengan perempuan-perempuan kebanyakan lainnya. Aku senang melakukan kegiatan yang terencana dalam otak ku. Kalau kegiatan itu akan membuat ku senang, kenapa tidak? Walaupun hal itu oleh sebagian orang adalah konyol atau gila. Karena mungkin hanya aku yang bisa melakukannya! ^_^

Setelah minum teh yang dibuat oleh mama ku, aku langsung terkapar. Soalnya sebelum pergi bersepda ke kota, aku ga minum dan ga makan apa-apa. Aku tertidur hingga jam 2 siang. Untung saja waktu itu aku sedang tidak shalat.

Malamnya, semua badan ku sakit-sakit. Untung saja kakak ku memberi obat penghilang rasa sakit. Jadi, belum tepat waktu menunjukkan pukul 10 malam, aku sudah tertidur dengan pulasnya. Aku tak tahu lagi apa yang sedang terjadi diluar sana. Yang penting aku tidur untuk memulihkan kondisi badan ku. Tapi itu semua tak membuat ku menyesal. Aku senang dan menikmati kegiatan bersepeda ku. (^_^)


Wslm.