Sepengetahuan ku, baru kali ini ada yang menyatakan "malu" kepada ku. *apa pasalnya?* Pagi tadi, saat menunggu panggilan untuk tes wawancara kerja diruang tunggu, tiba-tiba saja teman kuliah ku dulu, Reno berkata bahwa dia kemaren sangat malu saat melihat ku. Dia malu karena pada saat tes tertulis yang dilaksanakan hari Sabtu kemaren, dia tidak memakai jilbabnya. Setahu ku, sejak awal tahun 2008 lalu Reno telah memutuskan untuk berjilbab. Walaupun jilbabnya ketat (seperti yang dipakai kebanyakan cewek berjilbab pada masa kini), bagi ku itu tidak apa-apa. Asal dia telah berkorban untuk menutup rambutnya di hadapan umum, tapi dia masih pakai baju ketat juga, itu adalah urusan dia dengan Allah.
Awalnya, aku juga kaget saat dia masuk ruangan tes tanpa mengenakan jilbab. Rencananya seusai tes tertulis tersebut aku mau nanya, kenapa dia ga pakai jilbab? Tapi aku takut. Aku takut kalau omongan ku bisa membuat orang sakit hati atau bahkan benci pada ku, seperti yang terjadi beberapa bulan yang lalu. Jadi ku biarkan saja. Itu urusan dia. Bukan urusan ku. Dan aku juga tidak membeberkan kejadian ini kepada teman-teman yang lain. Hanya di blog ini saja ku ceritakan kejadian ini.
Saat sedang menunggu giliran tes wawancara tadi pagi, Reno bilang pada ku bahwa dia sangat malu berhadapan dengan ku saat itu, lantaran dia saat itu dia tidak memakai jilbab saat tes tertulis sabtu kemaren. Reno mengira bahwa aku tidak ikut tes kerja tersebut. Tapi dia tidak menyebut apa alasannya kenapa saat itu dia tidak memakai jilbab.
Aku juga telah salah sangka pada Reno, aku kira Jakarta telah mengubah dirinya secepat itu. Aku kira gara-gara pekerjaan dia melepaskan jilbabnya. Ternyata perkiraan ku salah. Hanya sehari itu saja dia tidak memakai jilbab. Mukanya merah dan Reno hanya bisa menunduk saat dia tahu bahwa ternyata aku juga ikut tes itu. Dia malu pada ku. Entah kenapa, teman-teman kuliah ku dulu banyak yang menganggap aku sebagai perempuan alim/muslimah. Padahal kalau diteliti, aku tidak sebaik yang mereka bayangkan. Makanya Reno sangat malu pada ku saat dia melepas jilbabnya sehari itu.
Tapi aku senang, jika teman-teman ku masih menganggap aku sebagai perempuan baik-baik. Dan malu pada ku. Bagi ku, itu artinya aku memiliki wibawa di mata mereka. *cieeee...!!! huyy...huyy..huyy...* hehehee...
Insya Allah aku akan terus berusaha mempertahankan dan memperbaiki anggapan mereka. ^_^
Wslm.
