Sudah Sangat Tidak Toleran

Bagi ku, ini sudah sangat tidak toleran! Sudah tidak punya hati! Sudah tidak punya perasaan! Hampir sm kyk si kaki empat!

Bagaimana tidak? Baru kemaren tetangga sebelah menyuruh tukangnya untuk menutup bagian atap belakang rumahnya yang tepat berbatasan dengan rumah ku dengan seng, sekarang hanya sedikit cahaya yang matahari yang bisa masuk ke kamar kakak ku. Pasalnya, tembok yang membatasi rumah ku dengan tetangga sebelah, sekarang diperpanjang ke atas oleh tukangnya dengan menambah seng-seng diperbatasan. *hayooo!!! panjangin terus sampai ke atas langit!!! biar mereka capek!* suebel saiah! ;(

Hal ini tentu saja menyebabkan kamar kakak ku, yang ku diami saat ini semakin gelap. Bahkan saat matahari sedang terik diluar sana pun, aku tak akan tau jika tak keluar dari kamar. Bagi ku, perbuatannya ini sudah sangat tidak toleran.

Saat aku tanya ke mama, salah kita apa dengan orang sebelah? Apa kita ada kesalahan atau orang sebelah menyimpan dendam sama kita? Tapi mama ku menjawab, tidak!

Aneh juga rasanya. Dulu, sewaktu om dan oma ku masih hidup, mereka tidak pernah bertingkah yang menurut ku sudah kelewatan seperti ini! Bahkan sejak aku tinggal disini, waktu aku masih kelas 5 SD, sampai tamat kuliah tahun kemaren, mereka tidak pernah bertingkah aneh seperti ini. Emang salah kami sama orang sebelah itu, apa ya? Kalau soal kunjungan, Insya Allah setiap lebaran kami selalu berkunjung ke rumah mereka. Bahkan, mereka yang jarang datang ke rumah kami, kalau lebaran tiba. Kalau ada sedikit rezeki, seperti rambutan atau kuini dirumah kami berbuah, kami selalu memberi orang sebelah. Terus, salah kami apa? sehingga sikap mereka saat ini bagi ku begitu kejam? Kenapa semua jalur sinar matahari untuk sampai ke kamar ku dan rumah ku ditutupnya hampir rapat seperti itu?

Jangan mentang-mentang rumahnya besar dan bertingkat, dia bisa seenaknya! Jangan karena usia mereka lebih besar dari orang tua ku, mereka bisa seenaknya! Toleransi dikit, knp??? Bukannya hidup bertoleransi antar tetangga itu, dapat pahala dari Yang Diatas? Padahal mereka sudah pegang titel Haji dan Hajjah, tapi kenapa sikap mereka begitu? Salah kami apa?

Lihatlah sekarang! Saat matahari sedang terik-teriknya diluar sana, mau tidak mau aku terpaksa harus menghidupkan lampu kamar ku disaat siang terang benderang. Aturan kami bisa berhemat listrik, sekarang yang terjadi malah sebaliknya. Kejam sekali orang-orang seperti itu. Tidak punya sikap toleransi antar bertetangga! Tidak punya hati! Dan parahnya, ternyata mereka tidak punya perasaan sedikit pun!

Tunggu aja ntar!! Kalau udah punya duit banyak, jangankan 3 lantai, sampai tingkat sepuluh bahkan seratus sekalipun, bakalan aku bikin! Biar rumah ku dapat sinar matahari yang banyak. Biar tidak ada yang menganggu lagi! Biar aman, damai dan tenteram diatas sana. Kayak kemaren, waktu bersantai-santai ria di lantai dua bareng kursi goyang, ditemani sm angin yang sepoy-sepoy... bikin tidur siang ku makin pulas... hhehehe... nikmat euy!!! (^_^)


Wslm.