Bagi ku, ini sudah sangat tidak toleran! Sudah tidak punya hati! Sudah tidak punya perasaan! Hampir sm kyk si kaki empat!
Hal ini tentu saja menyebabkan kamar kakak ku, yang ku diami saat ini semakin gelap. Bahkan saat matahari sedang terik diluar
Saat aku tanya ke mama, salah kita apa dengan orang sebelah? Apa kita ada kesalahan atau orang sebelah menyimpan dendam sama kita? Tapi mama ku menjawab, tidak!
Aneh juga rasanya. Dulu, sewaktu om dan oma ku masih hidup, mereka tidak pernah bertingkah yang menurut ku sudah kelewatan seperti ini! Bahkan sejak aku tinggal disini, waktu aku masih kelas 5 SD, sampai tamat kuliah tahun kemaren, mereka tidak pernah bertingkah aneh seperti ini. Emang salah kami sama orang sebelah itu, apa ya? Kalau soal kunjungan, Insya Allah setiap lebaran kami selalu berkunjung ke rumah mereka. Bahkan, mereka yang jarang datang ke rumah kami, kalau lebaran tiba. Kalau ada sedikit rezeki, seperti rambutan atau kuini dirumah kami berbuah, kami selalu memberi orang sebelah. Terus, salah kami apa? sehingga sikap mereka saat ini bagi ku begitu kejam? Kenapa semua jalur sinar matahari untuk sampai ke kamar ku dan rumah ku ditutupnya hampir rapat seperti itu?
Jangan mentang-mentang rumahnya besar dan bertingkat, dia bisa seenaknya! Jangan karena usia mereka lebih besar dari orang tua ku, mereka bisa seenaknya! Toleransi dikit, knp??? Bukannya hidup bertoleransi antar tetangga itu, dapat pahala dari Yang Diatas? Padahal mereka sudah pegang titel Haji dan Hajjah, tapi kenapa sikap mereka begitu? Salah kami apa?
Lihatlah sekarang! Saat matahari sedang terik-teriknya diluar
Tunggu aja ntar!! Kalau udah punya duit banyak, jangankan 3 lantai, sampai tingkat sepuluh bahkan seratus sekalipun, bakalan aku bikin! Biar rumah ku dapat sinar matahari yang banyak. Biar tidak ada yang menganggu lagi! Biar aman, damai dan tenteram diatas
Wslm.
